PONTIANAK POST - Kasus raibnya uang ratusan juta milik Dinas Kesehatan Kapuas Hulu karena dugaan terjadinya penipuan secara online hingga saat ini menjadi sorotan masyarakat. Kasusnya kini sudah ditangani oleh pihak kepolisian daerah.
Inspektur Inspektorat Kabupaten Kapuas Hulu Bung Tomo menyampaikan, bahwa pihaknya masih menunggu hasil dari polisi terhadap pengusutan kasus tersebut. Soalnya kasus ini masih dalam kategori penipuan.
"Kita masih menunggu hasil dari polisi, jika sudah keluar kita akan melakukan audit. Itu pun tergantung dari permintaan Dinas Kesehatan," kata Bung Tomo.
Tomo mengatakan, pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan BPK dan Inspektorat Provinsi Kalbar terkait kasus ini, karena kasus seperti ini baru terjadi di Kapuas Hulu.
"Tetapi bagaimana pun setiap uang negara yang hilang harus dipertangggung jawabkan dan wajib dikembalikan. Dan siapa yang bertanggungjawab, ini yang masih kita tunggu," ujarnya.
Bung Tomo pun berpesan, untuk menghindari hal-hal yang dialami Dinas Kesehatan dan tidak terjadi terjadi dengan OPD lain, diharapkan untuk berhati-hati berhati dalam pengelolaan keuangan negara.
"Untuk pemegang otorisasi dalam keuangan baik di OPD, Kecamatan hingga Desa dapat berhati-hati dalam memberikan kode pasword maupun kode keamanan lainnya yang bersangkutan dengan keuangan negara kepada orang-orang yang tidak dikenal," jelasnya.
Sementara itu Andi Aswad Angggota DPRD Kapuas Hulu menyampaikan, bahwa hilangnya uang negara di Dinas Kesehatan mesti harus ada yang bertanggungjawab.
"Baik itu tanggungjawab secara pribadi maupun Dinas terkait. Ini harus diselesaikan," ucapnya.
Namun kata Politisi Demokrat ini mengatakan, adanya kasus penipuan secara online seperti ini tentunya masyarakat Kapuas Hulu harus berhati-hati.
"Karena dengan kecanggihan teknologi saat ini, kalau kita tidak waspada dalam melindungi data maka akan bisa membahayakan kita dari berbagai macam kejahatan digital mulai dari kelalalaian kita pribadi maupun terlalu mudah kita memberikan nomor PIN maupun OTP kepada orang yang berniat jahat, " jelasnya.
Sambung Andi Aswad, kejahatan cyber saat ini memang luar biasa dan merajalela, maka untuk itu masyarakat harus berhati-hati.
"Mudah-mudahan kita tidak menjadi korban kejahatan cyber, maka lindungi data pribadi kita, " pungkasnya. (fik)
Editor : Miftahul Khair