PONTIANAK POST - Yayasan Media Insan Kalimin selaku lembaga yang menaungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Tahfiz Kapuas Hulu dan SDN Kedamin memberikan penjelasan usai dugaan siswa diduga mengalami keracunan MBG pada Selasa (4/11).
Ketua Yayasan Media Insan Kalimin menyampaikan, pihaknyaasih menelusuri dugaan adanya keracunan siswa dari dapur atau SPPG pihaknya.
"Soalnya kita menyalurkan MBG ini sekitar jam 08.00 WIB, sementara anak-anak itu diduga keracunannya sudah pukul 14.00 WIB siang," katanya.
Kalimin mengatakan, dugaan keracunan MBG ini terjadi saat anak sudah di rumah, sehingga pihaknya belum bisa memastikan anak-anak ini mengalami gejala muntah karena keracunan MBG.
"Tapi saya amati anak-anak ini makan menu MBG inikan pukul 09.00 WIB. Sementara mereka muntah pukul 14.00 WIB dirumah. Lagi pula masalah ini masih dalam penelitian," tuturnya.
Kalimin mengaku merasa cukup heran dengan apa yang terjadi dengan murid dari SD Tahfiz ini. Karena hanya mereka saja yang keracunan MBG sementara anak-anak dari SD dan SMP lain yang menerima menu MBG dari dapur mereka tidak ada melaporkan kasus keracunan tersebut.
"Kenapa hanya satu sekolah saja yang melaporkan kejadian keracunan itu, sementara yang lain tidak, " pungkasnya.
Perlu diketahui bahwa menu MBG dari dapur atau SPPG Yayasan Media Insan menyalurkan sajikan MBG ada 7 sekolah, salah satunya SD Tahfiz dan SDN 1 Kedamin. (fik)
Editor : Miftahul Khair