PONTIANAK POST - Seorang warga ditemukan meninggal dunia tergantung di Desa Mawan rumah kerabatnya di Kecamatan Selimbau, Kabupaten Kapuas Hulu pada Rabu (5/11).
Korban berinisial E (35), ditemukan sekitar pukul 10.00 WIB oleh kerabatnya, Ramiah.
Ia menyampaikan, kala itu ia hendak pergi membeli ikan. Namun, ia dipanggil oleh Rabenah, nenek korban, untuk segera ke rumah.
"Sesampainya di sana, saya melihat korban sudah tergantung di dapur rumah. Kemudian saya berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar, hingga beberapa warga datang membantu menurunkan korban dengan cara memotong tali menggunakan pisau dapur," katanya.
Tak lama setelah itu kata Ramiah, petugas medis Desa Mawan tiba di lokasi kemudian melakukan pemeriksaan dan menyatakan bahwa korban telah meninggal dunia.
Sementara itu Suandi adik kandung korban menyampaikan, pihaknya menolak dilakukan otopsi dan meminta agar jenazah segera dimakamkan di Desa Mawan.
"Proses pemakaman rencananya dilaksanakan pada hari yang sama menunggu kedatangan ibu korban dari Kecamatan Empanang," tuturnya.
Kapolsek Selimbau AKP Poengoet Poedji Harsana mengatakan, personelnya segera mendatangi lokasi kejadian setelah menerima laporan dari warga setempat.
Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), petugas mendapati korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa dan telah dibaringkan di atas kasur dengan kondisi tertutup kain jenazah.
Dari hasil olah TKP, petugas mengamankan barang bukti berupa seutas tali yang digunakan korban untuk mengakhiri hidupnya.
"Serta satu bilah pisau dapur yang digunakan saksi untuk memotong tali tersebut," ucapnya.
Kapolsek Selimbau menyampaikan turut berduka cita atas kejadian tersebut dan mengimbau kepada masyarakat agar selalu memperhatikan kondisi kesehatan mental anggota keluarga, serta segera melaporkan kepada pihak berwenang jika ada tanda-tanda gangguan kejiwaan yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Diketahui dari keterangan pihak keluarga dan Kepala Desa Mawan, korban selama ini mengalami gangguan kejiwaan selama kurang lebih 12 tahun dan rutin mengonsumsi obat penenang.
Korban juga pernah melakukan percobaan gantung diri sebelumnya pada bulan September 2025, namun berhasil diselamatkan oleh keluarga. (fik)
Editor : Miftahul Khair