Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Antisipasi Keracunan, Dapur SPPG Kapuas Hulu Utamakan Jaga Kualitas Bahan Baku

Taufik As • Kamis, 6 November 2025 | 14:18 WIB

Dapur SPPG yang bermitra dengan Yayasan Gemilang Usaha Kapuas di Kelurahan Kedamin Hulu Kecamatan Putussibau Selatan ini hampir setahun sudah beroperasi menjalankan program MBG.
Dapur SPPG yang bermitra dengan Yayasan Gemilang Usaha Kapuas di Kelurahan Kedamin Hulu Kecamatan Putussibau Selatan ini hampir setahun sudah beroperasi menjalankan program MBG.

PONTIANAK POST - Terjadinya dugaan kasus keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) baru-baru ini di Kapuas Hulu membuat dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ada lebih berhati-hati lagi dalam menyajikan MBG untuk anak-anak.

Seperti dapur SPPG yang ada di Kelurahan Kedamin Hulu Kecamatan Putussibau Selatan. SPPG yang bermitra dengan Yayasan Gemilang Usaha Kapuas ini pun menyasar 1.900 anak dari 12 sekolah yang menerima MBG.

Handoko Pengelola Yayasan Gemilang Usaha Kapuas menyampaikan, pihaknya sudah hampir setahun ini beroperasi menjalankan program MBG.

"Alhamdulillah selama berjalannya MBG ini tidak ada kendala, apalagi hingga keracunan," katanya, Kamis (6/11).

Handoko mengatakan, untuk mengantisipasi terjadinya keracunan MBG, pihaknya selalu menekankan agar dapur yang dikelola ini dapat menjaga kualitas dan kebersihan bahan baku makanan.

"Selain itu kita juga selalu mengutamakan bahan baku, pengolahan, septi keamanan para pekerja dan distribusi pengantaran ke sekolah-sekolah," ujarnya.

Ia mengatakan, adanya kasus dugaan keracunan MBG kemarin, membuat pihaknya menjadi khawatir dan berharap kasus seperti itu tidak terjadi di dapurnya.

"Tentunya ini menjadi pelajaran bagi kami untuk terus berbenah dan evaluasi terhadap kekurangan dapur SPPG ini. Kita akui untuk dapur SPPG ini tentunya masih ada kekurangan. Makanya kita selalu ada evaluasi, " tuturnya.

Lanjut Handoko, untuk masak di dapur MBG ini, biasanya dilakukan sekitar pukul 04.00 Wib setiap hari. "Untuk urusan masak itu kita tidak ikut campur, itu urusan SPPG dan ahli gizi," tuturnya.

Sementara itu Iwan Setiawan Asisten I Sekretariat Daerah Kapuas Hulu menyampaikan, adanya kejadian keracunan MBG yang menjadi perhatian masyarakat kemarin sangat disayangkan.

"Maka dari itu kita mengimbau kepada koordinator SPPG yang ada di Kapuas Hulu agar dapat menerapkan SOP nya sebelum makanan tersebut didistribusikan kepada anak-anak," ujarnya.

Iwan mengatakan, nanti dapur MBG di Kapuas Hulu akan semakin banyak, sehingga ini akan berat pekerjaannya jika mereka (SPPG) tidak disiplin.

"Atas kasus keracunan kemarin, dari Wakil Bupati juga sudah melakukan pemanggilan terhadap koordinator MBG, terutama kepada dapur SPPG yang menyediakan menu MBG," ujarnya.

Untuk itu kata Iwan, agar kasus serupa tidak kembali terjadi lagi, alangkah baiknya semua SPPG diawasi secara ketat dalam membuat menu MBG ini.

"Cukuplah kasus dugaan keracunan MBG kemarin menjadi evaluasi kita dan jangan sampai kembali terjadi," pungkasnya. (fik)

Editor : Miftahul Khair
#Mbg #yayasan #SPPG #keracunan #antisipasi #kebersihan dapur