PONTIANAK POST - Memperingati Hari Bakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) yang pertama, Kantor Imigrasi Kelas III TPI Putussibau bersama Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Putussibau dan Dharma Wanita Persatuan Imigrasi Putussibau menggelar kegiatan Gebyar Kemenimipas di Kecamatan Empanang, Kabupaten Kapuas Hulu, pada 13–14 November 2025.
Kegiatan itu menjadi wujud nyata semangat pengabdian insan imigrasi dan pemasyarakatan dalam menghadirkan pelayanan yang dekat, peduli, dan berdampak bagi masyarakat wilayah perbatasan.
Rangkaian kegiatan meliputi Pelayanan Paspor Keliling (Papakeling) dengan jumlah 50 Kuota Paspor yang memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengurus dokumen keimigrasian tanpa harus datang ke kantor imigrasi.
"Ada juga pasar murah, bekerja sama dengan Bulog Putussibau, menghadirkan kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan tepung dengan total 2 ton yang seluruhnya ludes terjual dalam waktu singkat, " kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas III TPI Putussibau, Uray Aliandri.
Uray mengatakan, selain itu juga ada kegiatan bakti sosial berupa penyaluran 70 paket Sembako kepada masyarakat yang membutuhkan di enam desa yang ada di Kecamatan Empanang.
Kemudian pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga setempat, dilaksanakan bersama tenaga medis dari Rutan Kelas IIB Putussibau.
"Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian jajaran Kemenimipas terhadap masyarakat di wilayah perbatasan, " ujarnya.
Lanjut Uray, melalui Gebyar Kemenimipas ini, pihaknya ingin menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat. Tidak hanya melalui layanan keimigrasian, tetapi juga lewat kegiatan sosial dan kemitraan yang memperkuat kebersamaan antara pemerintah dan warga.
Sementara itu Camat Empanang, Herman Goe, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut di wilayahnya.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat dan dinantikan masyarakat, karena menghadirkan pelayanan dan bantuan secara langsung di daerah perbatasan,” ungkap Herman. (fik)
Editor : Hanif