PONTIANAK POST - Berdasarkan data di Sistem Informasi HIV AIDS (SIHA), hingga November 2025, di Kabupaten Kapuas Hulu terdata sebanyak 34 Orang dengan HIV (ODHIV). Dengan rincian, ODHIV yang menjalani pengobatan secara teratur sebanyak 20 orang, ODHIV yang masuk perawatan, tapi belum memulai pengobatan sebanyak 4 orang dikarenakan menderita penyakit penyerta lainnya. Sedangkan ODHIV yang gagal follow up sebanyak 4 orang, dan penderita yang meninggal sebanyak 6 orang.
Kemudian, ODHIV tersebar di 14 Kecamatan, dari 23 kecamatan se Kapuas Hulu, yaitu Badau 2 orang, Bika 1 orang, Boyan Tanjung 2 orang, Embaloh Hilir 4 orang, Embaloh Hulu 1 orang, Empanang 1 orang, Hulu Gurung 2 orang, Kalis 3 orang, Mentebah 1 orang, Pengkadan 2 orang, Putussibau Selatan 6 orang, Putussibau Utara 7 orang, Semitau 1 orang dan Silat Hulu 1 orang.
Berdasarkan data tersebut, angka kesakitan HIV di Kabupaten Kapuas Hulu masih terkonsentrasi pada 4 populasi kunci yaitu Pekerja Seks Perempuan (PSP), Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL), Waria (transgender), dan Pengguna Narkoba Suntik (penasun).
Kastono Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinkes PP KB Kapuas Hulu menyampaikan bahwa masyarakat harus waspada terhadap penularan HIV sangat penting dilakukan, dengan cara, menjalankan kehidupan secara benar.
"Pastinya tidak sembarangan menggunakan jarum suntik dan tidak gonta-ganti pasangan. Pasien yang terjangkit virus HIV sangat rentan terhadap berbagai jenis penyakit lain, sehingga jika sudah terjangkit harus benar-benar ekstra berhati-hati menjaga kesehatannya," katanya, Selasa (18/11).
Menurut Kastono, meski sangat menakutkan karena berbahaya, sebenarnya tidak sembarang orang dapa tertular virus ini.
"Selama menjalankan pola hidup sehat dan benar, tidak akan tertular," ucapnya.
Ia menjelaskan, virus berbahaya ini hanya bisa berpindah melalui cairan seperti darah, Air Susu Ibu, dan hubungan seksual.
"Biasanya, pasien HIV seringkali merasa rendah diri dan dikucilkan karena ketakutan masyarakat akan tertular," ujarnya.
Sedangkan sesuai dengan karakteristik virus dan cara penyebarannya tidak mudah. Selama tidak ada kontak melalui cairan dengan pasien maka virus tersebut tidak akan dapat berpindah
"Meski demikian menghindari penyebab virus ini sangat penting. Kita tidak tahu siapa yang membawa virus dan bagaimana akan berpindah. Kehati-hatian merupakan faktor dominan untuk bisa menjaga tubuh agar virus tidak bisa menyebar," harapnya.
Kastono mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi penyebaran HIV dan memberikan penanganan kepada penderita, baik dengan cara sosialisasi, tes dan konseling, akses pengobatan, dukungan psikologis, pemantauan dan pengawasan, serta pemeriksaan viral load.
"Pastinya kami, telah berupaya untuk mengatasi bahaya HIV, dan memberikan penanganan kepada ODHIV, dengan melalui edukasi, pengujian melalui pemeriksaan Rapid Tes HIV, pengobatan, dukungan psikososial, dan pemantauan yang tepat, serta Pemeriksaan Viral Load secara rutin," tutupnya. (fik)
Editor : Hanif