Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Kolaborasi dengan Mitra, Pemkab Kapuas Hulu Perkuat Ketahanan Pangan dan Pembangunan Hijau

Taufik As • Jumat, 28 November 2025 | 13:49 WIB
Penyerahan plakat apresiasi GIZ kepada Pemerintah Daerah Kapuas Hulu pada Rabu (26/11) lalu.
Penyerahan plakat apresiasi GIZ kepada Pemerintah Daerah Kapuas Hulu pada Rabu (26/11) lalu.

PONTIANAK POST - Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu bekerjasama dengan GIZ melalui Program GRASS untuk memperkuat ketahanan pangan, peningkatan ekonomi petani, serta pelestarian lingkungan. Upaya ini sejalan dengan Kapuas Hulu sebagai Kabupaten Konservasi dan pada tahun 2018 ditetapkan oleh UNESCO menjadi Cagar Biosfer Betung Kerihun Danau Sentarum Kabupaten Kapuas Hulu.

Sebagai wujud dari komitmen tersebut, GIZ GRASS dan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu menggelar kegiatan penutupan Program GRASS yang menjadi momentum penting dalam menyatukan berbagai pemangku kepentingan. Kegiatan penutupan tersebut dilaksanakan di aula PDD Polnep Putussibau, Rabu (26/11).

Acara tersebut dihadiri 151 peserta dari Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Kedutaan Besar Jerman dan GIZ, Bappeda Provinsi Kalimantan Barat, jajaran OPD Kabupaten Kapuas Hulu, mitra pembangunan, sektor swasta, BUMDes, hingga perwakilan kelompok tani.

Pj Sekretaris Daerah Kapuas Hulu Agus Stormandi menyampaikan bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama demi masa depan sehingga terwujud Kapuas Hulu yang hijau, tangguh, dan sejahtera.

"Pemerintah Daerah menyampaikan apresiasi kepada GIZ dan kepada seluruh mitra kerjanya, serta menegaskan bahwa hasil dan capaian proyek  akan dilanjutkan melalui berbagai inisiatif dari parapihak dan secara khusus harapan kepada GCF, sehingga pembangunan hijau dapat terus mengakar dalam praktik pertanian berkelanjutan bagi  masyarakat Kapuas Hulu," jelasnya.

Sementara itu, Mr. Florian Moder, Cluster Coordinator Resilient Nature GIZ, melalui tayangan video menyampaikan bahwa penutupan GRASS bukan akhir dari dukungan.

“Berakhirnya proyek GRASS bukan merupakan akhir proyek, tetapi merupakan awal babak baru melalui program GCF (Green Climate Fund) untuk mendukung ekonomi masyarakat dan konservasi alam. Kedepan kami berharap para petani dapat semakin mandiri dalam mengembangkan praktik pertanian berkelanjutan yang telah dipelajari.” ujarnya.

Sementara dari Kementerian Pertanian RI, Dian Purnomo menjelaskan kontribusi GRASS terhadap akses pasar petani.

“GRASS menjadi refleksi keberhasilan pendampingan petani, memperkuat kelembagaan, serta mendorong sertifikasi RSPO sebagai langkah nyata menuju transformasi berkelanjutan melalui GCF ke depannya,” jelasnya.

Perwakilan Bappeda Provinsi Kalbar, D. Ferriansyah menegaskan keterkaitan program ini dengan arah pembangunan dan prioritas pemerintah provinsi.

“Sharing pembelajaran GRASS menjadi pengetahuan penting dalam perencanaan ekonomi hijau berbasis kearifan lokal yang adaptif terhadap perubahan iklim," ujarnya.

Acara secara resmi ditutup oleh Kepala Bappeda Kabupaten Kapuas Hulu Ambrosius Sadau. Kegiatan penutupan juga dirangkaikan dengan pameran produk hasil pendampingan GRASS, seperti kakao, madu hutan atau kelulut, dan aneka olahan pangan lokal hasil praktik pertanian berkelanjutan. (fik)

Editor : Miftahul Khair
#GIZ #Grass #ekonomi petani #ketahanan pangan #pembangunan hijau #pemkab kapuas hulu