Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Proyek SPAM dan Sanitasi Rp5,1 Miliar di Kapuas Hulu Ditargetkan Selesai Akhir 2025

Taufik As • Jumat, 5 Desember 2025 | 14:16 WIB
Proyek pembangunan SPAM di salah satu Desa di Kapuas Hulu mulai rampung.
Proyek pembangunan SPAM di salah satu Desa di Kapuas Hulu mulai rampung.

PONTIANAK POST - Pembangunan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan Sanitasi bernilai Rp5,1 miliar di Kabupaten Kapuas Hulu dipastikan selesai akhir tahun 2025 ini. Proyek yang berasal dari dana Kementerian PUPR ini sudah 90 persen penyelesaianya.

"Pembangunan SPAM dan Sanitasi ini sudah 90 persen hampir rampung dan akhir Desember 2025 dipastikan selesai," kata Antonius Budi Kepala Bidang Penyehatan Lingkungan pada Dinas PUPR Kapuas Hulu, Jumat (5/12).

Budi mengatakan, dalam pengerjaan SPAM sendiri diakui sedikit ada kendala seperti pengangkutan material karena lokasi pembangunan SPAM ada yang sulit untuk pengangkutan material, namun hal tersebut bisa diatasi.

"Salah satu contohnya pengerjaan SPAM di Karya Mandiri Kecamatan Hulu Gurung, tapi bisa kita atasi," ujarnya.

Budi menjelaskan, tahun 2025 ini, Pemkab Kapuas Hulu mendapatkan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) dan Sanitasi sebesar Rp5,1 miliar dari Kementerian PUPR. Bantuan tersebut guna menunjang pembangunan sejumlah sarana dan prasarana SPAM dan Sanitasi di Kabupaten Kapuas Hulu.

Untuk penerima bantuan dari pemerintah pusat itu ada 11 desa yaitu Desa Karya Mandiri, Desa Nanga Semangut, Desa Tekalong, Desa Melapi, Desa Mawan, Desa Hulu Pengkadan, Desa Seneban, Desa Belikai, Desa Labian Iraang, Desa Saujung Giling Manik, Desa Ulak Pauk.

“Untuk pengerjaannya dengan sistem swakelola. Artinya masyarakat setempat yang mengerjakan proyek tersebut,” ujarnya.

Lanjut Budi, untuk pengawasan kegiatan tersebut tetap ada dari pihaknya, kemudian akan ada pengawasan dari kelompok masyarakat.

“Kita harapkan pekerjaan tersebut sesuai dengan RAB dan tidak ada kendala dilpangan dan terakhir harapan kita program ini dapat mendukung standar pelayanan minimal dan bisa menurunkan stunting di Kapuas Hulu,” ungkapnya.

Sambung Budi, jika pembangunan SPAM dan sanitasi tersebut selesai diharapkan kepada masyarakat agar dapat dirawat, karena setelah selesai pembangunan itu akan serahkan ke desa. “Kita berharap ada iuran dari warga untuk merawat pembangunan SPAM dan sanitasi yang sudah dibangun nanti,” pungkasnya. (fik)

Editor : Miftahul Khair
#Kapuas Hulu #spam #kementerian pupr #sistem penyediaan air minum #proyek