PONTIANAK POST - Kasus hilangnya uang Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu sebesar Rp500 juta dengan modus scamming yanh dilakukan pelaku dengan menyamar sebagai pegawai Bank Kalbar hingga hari ini belum ada titik terang.
Namun dari pihak Polres Kapuas Hulu sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi yakni dari Perbankan Bank Kalbar cabang Putussibau.
Agus Purnomo Pimpinan Bank Kalbar Putussibau menyampaikan, bahwa pihaknya juga sudah dimintai keterangan oleh Polres Kapuas Hulu. "Jadi staf saya yang menangani CMS yang dimintai keterangan oleh Polisi, " katanya kemarin.
Agus menjelaskan, bahwa dalam kasus ini pihaknya sudah menjelaskan semuanya kepada kepolisian berdasarkan SOP kerja dari Bank Kalbar. "Sampai hari ini belum ada tindaklanjut lagi. Tapi kami siap membantu membongkar kasus ini, " ucapnya.
Agus menegaskan, bahwa kasus penipuan yang mengatasnamakan pegawai Bank Kalbar itu tidak ada sama sekali.
"Dalam kasus ini kita tidak ada yang namanya pegawai Bank Kalbar bernama Rizal. Namun yang pasti nomor Handphone petugas kita itu ada didalam group Whatsapp yang semua anggotanya menggunakan CMS. Kami dari pihak Bank Kalbar itu tidak punya hak untuk meminta pin atau pasword, " ujarnya.
Sementara itu Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan menyampaikan bahwa dirinya belum mendapatkan laporan perkembangan kasus hilangnya uang Dinkes Kapuas Hulu ini.
"Saya tegaskan uang Dinas Kesehatan yang hilang ini wajib diganti oleh Dinas yang bersangkutan karena ini uang negara, " pungkasnya.
Perlu diketahui sebelumnya, Bendahara Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu diduga menjadi korban penipuan dalam bentuk serangan digital (phishing). Uang yang raib sebesar Rp500 juta dikuras pelaku yang mengatasnamakan petugas Bank Kalbar.
Uang negara yang raib dikuras itu, melewati aplikasi sistem manajemen kas (CMS) milik Bank Kalbar, yang dikelola oleh Dinkes PP KB Kapuas Hulu. Dimana CMS adalah layanan perbankan digital berbasis internet, yang memungkinkan nasabah termasuk instansi pemerintah, untuk mengelola keuangan mereka secara mandiri, dan melakukan berbagai transaksi secara "real-time online".
Kejadian bermula pada 15 Oktober 2025 ketika Bendahara Dinas Kesehatan Kapuas Hulu, Neneng Supiatik, menerima telpon dari seseorang yang mengaku sebagai petugas Bank Kalbar melalui temannya sesama pegawai dinas kesehatan. (fik)
Editor : Hanif