Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Bahas Konflik PT BIA dan Desa Bika-Kapuas Hulu, Warga Bentrok dengan Anggota Ormas

Taufik As • Senin, 15 Desember 2025 | 11:39 WIB
Kericuhan terjadi antara masyarakat dan anggota Ormas saat pertemuan dengan Forkompincam Bika Kabupaten Kapuas Hulu pada Minggu (14/12).
Kericuhan terjadi antara masyarakat dan anggota Ormas saat pertemuan dengan Forkompincam Bika Kabupaten Kapuas Hulu pada Minggu (14/12).

PONTIANAK POST - Bentrokan terjadi antara masyarakat Desa Bika Kecamatan Bika dengan anggota Ormas Satria Borneo Raya (SABER) Kabupaten Kapuas Hulu, Minggu (14/12).

Kericuhan tersebut terjadi ketika Ormas Saber saat melakukan pertemuan dengan masyarakat dengan Forkompincam di gedung serbaguna Kecamatan Bika.

Yohanes Ketua SABER Kapuas Hulu menyampaikan, bahwa pihaknya mencoba berupaya untuk menyelesaikan dan mencari solusi terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat Bika dengan PT BIA selama ini.

"Sebelum kita melakukan pertemuan tersebut, tiba-tiba orang-orang Anton mulai brutal sehingga kita pun sepakat pertemuan tersebut ditunda dan dibubarkan. Namun saat dibubarkannya pertemuan tersebut, ada salah satu anggota SABER atasnama Apung yang hendak pulang dikeroyok oleh orang-orang Anton," katanya, Senin (15/12).

Yohanes mengatakan, bahwa Ormas Saber diberikan mandat oleh masyarakat untuk mencari terhadap persoalan yang terjadi antara masyarakat dan PT BIA. Sehingga pihaknya menginisiasi adanya pertemuan kemarin bersama masyarakat dan Forkompincam Bika.

"Jadi kita ingin mencari solusi sehingga ada kesepakatan yang bisa kita sampaikan kepada Pemerintah Daerah," tuturnya.

Lanjut Yohanes, dalam pertemuan ini Saber Kapuas Hulu merasa diusir oleh masyarakat pendukung Anton. Terhadap anggotanya yang dikeroyok oleh masyarakat pendukung Anton, pihaknya sudah melaporkannya kepada pihak kepolisian.

"Jadi kemarin itu kondisi agak parah dan sempat pingsan juga. Kita berharap kepada polisi ada tindakan tegas terhadap pelaku kriminal seperti ini. Kita tetap berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara musyawarah, " harapnya.

Sementara itu Antonius Koordinator Masyarakat Desa Bika menjelaskan bagaimana kronologi terjadinya keributan hingga ada pengeroyokan yang anggota Ormas Saber kemarin.

Semua bermula ketika masyarakatnya mendapatkan undangan dari Ormas Saber Kapuas Hulu, namun undangan tersebut diduga disampaikan mereka secara diam-diam.

"Sementara masyarakat kami itu sebenarnya tidak mau namanya tercantum dalam undangan pertemuan tersebut. Jadi mereka Saber ini hanya mengatasnamakan masyarakat Bika saja," ujarnya.

Namun dalam masalah ini, dirinya sangat menyesalkan apa yang dilakukan oleh Camat Bika, di mana Camat menerima pertemuan yang dilakukan oleh Saber ini tidak dihari kerja.

"Jadi saat itu kami langsung menerobos ke ruang Camat, karena kami anggap Camat ini sudah menyalahi aturan kenapa Camat menerima Ormas. Sementara pergerakan yang kami lakukan ini tidak menggunakan Ormas," ungkapnya 

Dia mengatakan, adanya pengeroyokan anggota Saber itu juga berawal ketika masyarakatnya ada yang didorong oleh Apung anggota Saver sehingga terjadilah pengeroyokan. "Jadi wajar ketika masyarakat kami marah," tuturnya.

Dalam persoalan antara masyarakat Bika dengan PT BIA, Antonius menegaskan bahwa Ormas Saber jangan ikut campur dalam persoalan ini. "Biarkan kami dengan PT BIA yang menyelesaikan persoalan ini," tuturnya.

Dirinya juga menyikapi warganya yang melakukan pengeroyokan terhadap anggota Saber yang sudah dilaporkan ke polisi, menurutnya diibiarkan saja.

"Kalau pun nanti ada apa-apa yang terjadi dengan masyarakat saya, kami akan datang semua ke Polres Kapuas Hulu," jelasnya.

Sambung Antonius, dalam kasus ini dirinya sangat kecewa dengan Pemerintah Daerah maupun PT BIA yang lebih menonjolkan Ormas. "Kami anggap Pemerintah Daerah itu tidak memperdulikan apa yang menjadi tuntutan kami. Ini yang kami sesalkan kenapa dalam menyelesaikan masalah ini melibatkan Ormas," pungkasnya. (fik)

Editor : Miftahul Khair
#perusahaan #Kapuas Hulu #konflik #lahan adat #bika #warga #sawit