PONTIANAK POST - Dengan menggandeng Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kapuas Hulu dan Wartawan Tribun Pontianak, SMAN 1 Putussibau menggelar kegiatan pelatihan jurnalistik bagi sembilan sekolah sahabat di Kapuas Hulu, Sabtu (13/12). Kegiatan tersebut sedikitnya ada 34 siswi- siswi yang mengikuti pelatihan tersebut. Sebagai pemateri dalam kegiatan ini, Ketua PWI Kapuas Hulu Taufiq dan Sahirul Hakim.
Gina Waka Kesiswaan SMAN 1 Putussibau menyampaikan, bahwa kegiatan pelatihan jurnalistik ini bertujuan untuk mengasah kemampuan anak-anak dalam membuat karya tulis jurnalistik. "Kita ingin bagaimana anak-anak ini membuat karya tulis jurnalistik dengan baik dan benar melalui wartawan langsung, " katanya.
Gina mengatakan, bahwa profesi wartawan adalah pekerjaan yang mulia dan penting. "Jangan kalian pikir pekerjaan wartawan adalah pekerjaan yang tidak terhormat. Justru, ini adalah pekerjaan yang sangat mulia, " ujarnya, Wartawan.
Menurutnya, mempublikasikan segala hal yang berkaitan dengan masyarakat, generasi muda, dan lingkungan. Semua itu dapat diungkap dan disampaikan kepada publik melalui kerja wartawan.
"Tanpa kerja wartawan, kita tidak mungkin mendapatkan berita. Wartawan adalah sumber informasi," tuturnya.
Ia menekankan pentingnya peran wartawan dalam mengontrol berbagai aspek, baik pemerintahan maupun kegiatan masyarakat. "Namun, ada rambu-rambu yang harus ditaati oleh seorang wartawan. Ada etika jurnalistik dan kode etik wartawan yang diatur dalam Undang-Undang Pers," jelasnya.
Ia berharap melalui pelatihan ini, siswa dapat memahami dasar-dasar jurnalistik dan kelak menjadi jurnalis yang profesional. "Pekerjaan wartawan adalah pekerjaan mulia yang dihormati banyak orang," ucapnya.
Sementara itu Taufiq Ketua PWI Kapuas Hulu mengucapkan terima kasih kepada SMAN 1 Putussibau yang sudah melibatkan PWI Kapuas Hulu dalam kegiatan pelatihan jurnalistik ini.
"Kita berharap dalam kegiatan ini, peserta bisa dan mampu dalam membuat karya jurnalistik, " harapnya.
Taufik mengatakan, dalam kegiatan ini dirinya memberikan materi yang berkaitan tentang tugas dan peran seorang wartawan karena saat ini banyak wartawan yang tidak menjalankan tugasnya sesuai etik jurnalistik. "Harapan kita, para peserta juga lebih paham dan dapat membedakan mana yang wartawan benaran dan tidak, " ucapnya.
Sementara itu Sahirul Hakim Wartawan menyampaikan, dalam pelatihan jurnalistik ini dirinya memberikan materi yang berkaitan dengan bagaimana cara membuat berita yang baik dan benar.
"Asalkan peserta ini memahami unsur berita yakni 5W+1H, saya yakin mereka bisa dan paham bagaimana membuat berita. Karena dalam membuat berita 5W+1H inilah kuncinya, " pungkasnya. (fik)
Editor : Hanif