PONTIANAK POST - Dini Ardianto Sekretaris Dinas Perhubungan Kapuas Hulu menyampaikan bahwa setiap tahun pihaknya mendapatkan transferan dari kas daerah untuk Penerangan Jalan Umum (PJU) setiap tahun sebesar Rp1,2 Miliar.
"Dana tersebut digunakan untuk membayar tagihan listrik PJU di Kapuas Hulu. Setiap bulannya Rp75 juta," katanya, Kamis (18/12).
Dini mengatakan, dengan dana transferan sebesar Rp1,2 miliar tidak ada digunakan untuk perawatan, sehingga masyarakat harus paham dengan masalah ini.
"Jadi masyarakat juga harus paham ketika dari PLN menyetorkan omzet sebesar Rp1,1 miliar setiap bulannya ke Pemda Kapuas Hulu, dari Dishub hanya menerima dana transferan hanya Rp1,2 miliar. Dana itu hanya digunakan untuk bayar listrik PJU ke PLN, kalau pun ada dana untuk perawatan jumlahnya terbatas," ujarnya.
Dini mengatakan, dengan dana transferan dari Pemkab Kapuas Hulu tersebut setiap tahun, jelas pihaknya tidak mampu untuk melakukan perawatan PJU se-Kapuas Hulu.
"Kalau saja dari Pemkab Kapuas Hulu memberikan dana transferan sebesar 30 persen dari setoran PLN ke kas daerah, saya yakin tidak ada masalah untuk PJU. Pasti Kapuas Hulu akan terang," ungkapnya.
Bahkan kata Dini, pihaknya juga sudah membayar tagihan PJU sebesar Rp150 juta untuk bulan November dan Desember 2025, sementara ini yang pertanyaan kepada PLN, bagaimana hitungan pembayarannya sementara bulan Desember 2025 itukan belum habis waktunya.
"Kita didesak PLN untuk membayar tagihan PJU untuk bulan Desember. Sementara listriknya belum digunakan. Ini yang kita pertanyakan bagaimana PLN menghitungnya. Pemakaian listrik bulan Desember itu harusnya dibayar di bulan Januari sehingga kita juga kebingungan mencari dananya, apalagi saat ini lagi efesiensi," ujarnya.
Selain itu kata Dini, pihaknya juga ada keluhan terhadap pencurian listrik yang dilakukan masyarakat langsung ke PJU sehingga membuat pembayaran PJU yang dilakukannya cukup menambah beban pembayaran mereka.
"Maka dari itu kita juga meminta bantuan dari PLN untuk mengecek adanya pencurian listrik dari PJU ini, karena pihaknya kurang tenaga teknik khusus kelistrikan. Pengecekan ini bertujuan untuk mencegah kebocoran dan keselamatan masyarakat," pungkasnya. (fik)
Editor : Miftahul Khair