PONTIANAK POST - Sebanyak tujuh madrasah di Kabupaten Kapuas Hulu siap akan dibangun baru. Ketujuh madrasah tersebut diantaranya MIN Kapuas Hulu, MTs Negeri 1 Kapuas Hulu, MTs N 2 Kapuas Hulu, MTs Maarif Kapuas Hulu, MIS Nahdlatul Wathan Kapuas Hulu, MIS Raudatul Jannah Kapuas Hulu dan MAS Al Azhar Kapuas Hulu. Tujuh madrasah ini mendapatkan pembangunan baru dari Kementerian PUPR pada tahun 2025.
"Untuk MIN Putussibau dapat anggaran Rp11 miliar, untuk enam madrasah yang lain kita kurang tahu berapa dananya, " kata Ali Fahrudin Nasution Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kapuas Hulu belum lama ini.
Ali mengatakan, sudah ada empat sekolah yang sudah melakukan penandatanganan kontrak pembangunan diantaranya madrasah Raudhatul Jannah, Nahdatul Watan, MTs Maarif dan MAS AL Azhar Mentawit.
"Tidak lama lagi empat madrasah ini akan dibongkar. Sementara untuk madrasah negeri mungkin di awal Januari 2026," ujarnya.
Lanjut Ali, selama pembangunan madrasah nanti, tentu proses kegiatan belajar mengajar akan terganggu, namun dari pihak madrasah sudah mencarikan solusinya bagaimana proses belajar mengajar tetap berjalan seperti biasa.
"Kita berharap mudah-mudahan pembangunan tujuh madrasah di Kapuas Hulu berjalan lancar dan didukung semua pihak, sehingga sapras di madrasah menjadi lebih baik," ujarnya.
Syahrul, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Kapuas Hulu mengaku bersyukur sejumlah madrasah mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat dalam pembangunan baru madrasah, karena selama ini masih banyak madrasah yang ada masih perlu sentuhan pembangunan dari pemerintah pusat.
"Makanya kita pun sangat bersyukur madrasah di Kapuas Hulu dapat pembangunan baru dari pemerintah pusat. Mudah-mudahan tidak ada halangan dalam pembangunan nanti, " ujar Syahrul.
Lanjut Syahrul, dirinya sendiri tidak tahu pasti berapa anggaran yang dikucurkan untuk pembangunan tujuh madrasah, begitu juga dengan bentuk atau desain pembangunan baru madrasah tersebut. Namun untuk pihak Kementerian PUPR sendiri sudah melalui survei terhadap kondisi bangunan dan tanah yang ada.
Sambung Syahrul, ketujuh madrasah yang akan mendapatkan pembangunan baru tersebut dinilainya sudah layak dibantu, karena untuk kondisikan bangunan madrasah tersebut sudah banyak yang goyang dan membahayakan anak-anak belajar.
"Seperti bangunan MIN 1 Kapuas Hulu, kondisi bangunannya itu sudah banyak yang goyang dan rusak. Makanya kita bersyukur madrasah ini mendapatkan pembangunan baru, karena jangan sampai terjadi hal-hal yang tak diinginkan ketika anak murid sedang belajar, " pungkasnya. (fik)
Editor : Hanif