Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Gas LPG 3 Kg Mahal dan Langka di Kapuas Hulu, Bupati Sis Minta Polisi Tindak Agen Nakal

Taufik As • Selasa, 6 Januari 2026 | 11:51 WIB
KETERANGAN PERS: Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, usai memberikan keterangan terkait pemilihan Direktur PDAM Tirta Uncak Kapuas.
KETERANGAN PERS: Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, usai memberikan keterangan terkait pemilihan Direktur PDAM Tirta Uncak Kapuas.

PONTIANAK POST - Gas LPG 3 Kg di Kapuas Hulu mulai mengalami kelangkaan, kalau pun ada harganya sudah sangat tinggi yang mencapai Rp50-60 ribu per tabung di tingkat eceran.

Menanggapi kelangkaan dan melonjaknya harga gas LPG 3 Kg ini, Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan menyampaikan, bahwa Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu telah lebih awal menyampaikan kondisi tersebut kepada pihak Pertamina, bahkan sebelum perayaan Hari Raya Natal.

Bupati yang akrab disapa Bang Sis ini menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima, kelangkaan Gas Elpiji 3 kilogram maupun bahan bakar minyak (BBM) tidak hanya terjadi di Kapuas Hulu, tetapi hampir merata di sejumlah daerah di Kalimantan Barat.

Oleh karena itu, pemerintah daerah telah mengantisipasi dengan menyampaikan laporan dan koordinasi sejak dini kepada pihak terkait agar distribusi dapat berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Bupati menyayangkan apabila terdapat oknum pangkalan maupun agen yang diduga sengaja menumpuk Gas LPG 3 kilogram untuk mencari keuntungan pribadi di tengah kesulitan masyarakat.

"Saya berharap polisi dapat bertindak tegas apabila ditemukan praktik-praktik curang tersebut, " katanya kemarin.

Menurutnya, tindakan seperti itu sangat merugikan dan tidak berperikemanusiaan karena memanfaatkan kondisi sulit yang dialami masyarakat kecil.

“Ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Jangan sampai ada pihak-pihak yang mengambil kesempatan di tengah kesusahan warga. Jika ada oknum pangkalan atau agen yang nakal, saya harap bisa ditindak sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, kata Bupati, akan terus melakukan koordinasi dengan Pertamina, aparat penegak hukum, serta instansi terkait lainnya untuk memastikan distribusi Gas Elpiji 3 kilogram berjalan sesuai ketentuan dan harga tetap terjangkau bagi masyarakat.

Sementara itu Alwi warga Kapuas Hulu menduga adanya praktik nakal di tingkat pangkalan, seperti penimbunan dan penjualan gas LPG 3 kg ke rumah makan dan pelaku usaha tertentu yang tidak berhak menerima subsidi.

“Kami susah payah mencari gas LPG 3 Kg, kalau ada pun harga sangat tinggi Rp50.000-Rp60.000 dikios – kios. Seandainya mau ngantri dipangkalan gak mampu karena antrian panjang dan lama, “katanya.

Akibat kenaikan gas LPG 3 Kg ini, kata Alwi membuat beberapa pedagang kecil menaikkan harga dagangan.

“Sudah sebulan ini kami menaikkan harga jual dagangan kami karena untuk menutup harga gas LPG yang terlalu mahal, “ujarnya.

Ia meminta pemerintah daerah diminta untuk segera mengambil langkah nyata, seperti melakukan operasi pasar, menertibkan pangkalan, dan berkoordinasi dengan Pertamina untuk menstabilkan harga dan pasokan gas LPG 3 kg di Kapuas Hulu

“Kami dan berharap agar pemerintah daerah dapat segera menyelesaikan masalah ini sebelum terlambat," pungkasnya. (fik)

Editor : Miftahul Khair
#Kapuas Hulu #Bupati Sis #mahal #langka #gas lpg 3 kg