PONTIANAK POST - Panen raya jagung serentak kuartal I Tahun 2026 di Kapuas Hulu, dilaksanakan di Dusun Bukung, Desa Banua Martinus, Kecamatan Embaloh Hulu, Kamis (8/1). Kapolres Kapuas Hulu, AKBP Roberto Aprianto Uda mengatakan panen raya itu dilakukan di atas lahan seluas 3 hektare milik salah satu tokoh masyarakat, Martinus Dunz. Keterlibatan Kepolisian Resor Kapuas Hulu dalam kegiatan itu sebagai bagian dari mendukung program ketahanan pangan nasional yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Republik Indonesia.
“Menggunakan bibit unggul jenis Hibrida Simental 321 dengan metode tanam monokultur. Lahan tersebut diperkirakan mampu menghasilkan sekitar 8 ton jagung, “kata Kapolres AKBP Roberto Uda Apriyanto.
Menurut Roberto, kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah strategis Polri dalam membantu pemerintah menjaga stabilitas pangan di daerah.
“Kegiatan panen raya ini adalah wujud dukungan penuh Polres Kapuas Hulu terhadap Program Asta Cita Presiden RI, “tuturnya.
Tak hanya itu, Polres Kapuas Hulu ingin memastikan bahwa ketahanan pangan di wilayah Kapuas Hulu terjaga dengan baik.
“Serta memotivasi masyarakat dan kelompok tani untuk terus produktif,” ujar AKBP Roberto.
Di sisi lain, lanjut AKBP Roberto, acara ini mencerminkan sinergitas yang kuat antar-lembaga dengan di jajaran Forkopimda Kapuas Hulu, Dinas Pertanian, Bulog, serta unsur Muspika dan tokoh masyarakat setempat.
“Kemudian antusiasme juga terlihat dari kehadiran Kelompok Tani Pulau Timbul yang turut serta memanen hasil jerih payah mereka bersama jajaran kepolisian dan pemerintah daerah, “ucap Kapolres.
Setelah melakukan panen di lokasi, rombongan melanjutkan kegiatan dengan mengikuti Zoom Meeting Panen Raya Serentak yang dipimpin langsung oleh Bapak Kapolri dari Bekasi, Jawa Barat.
Hal ini menandakan bahwa gerakan ketahanan pangan ini dilakukan secara masif dan terstruktur di seluruh Indonesia.
Kegiatan berakhir pada pukul 13.30 WIB dalam situasi aman dan kondusif. Melalui panen raya ini, diharapkan Kapuas Hulu dapat terus berkontribusi dalam swasembada pangan nasional serta meningkatkan kesejahteraan petani lokal. (fik)
Editor : Hanif