PONTIANAK POST - Koperasi Merah Putih (KMP) sebagai salah satu program strategis Presiden Prabowo Subianto masih terkesan jalan di tempat. Padahal program ini telah dicanangkan jauh-jauh hari untuk menggerakan ekonomi di tingkat desa.
Seperti di Kabupaten Kapuas Hulu hingga hari ini masih banyak gerai Koperasi Merah Putih belum terbangun. Dari data Kodim 1206, gerai koperasi Merah Putih yang masih dalam pembangunan ada 26 titik.
"Hingga hari ini belum terbangun koperasi Merah Putih, masih menunggu informasi dari Camat, " kata Andi Kepala Desa Nanga Embaloh Kecamatan Embaloh Hilir, Rabu (14/1).
Andi mengatakan, untuk lokasi koperasi Merah Putih sebenarnya sudah ada, namun dirinya meminta untuk pembangunan gerai koperasi Merah Putih ini tidak mengikuti desain yang lama, dimana posisi gerai koperasi ini dibangun atas tanah karena daerahnya rawan banjir.
"Kalau desain yang lama itu letaknya di tanah cuma kemarin saya minta untuk pembangunan koperasi Merah Putih harus menggunakan tiang," ujarnya.
Hal serupa diungkapkan Taufik Kepala Desa Madang Permai Kecamatan Suhaid menyampaikan hingga hari ini untuk pembangunan gerai koperasi Merah Putih didesanya belum ada.
"Untuk pembangunan gerai koperasi Merah Putih ini dilakukan oleh TNI. Tetapi gerai yang dibangun hanya didesa Nanga Suhaid," tuturnya.
Taufik mengatakan, bahwa seharusnya setiap desa ini ada pembangunan gerai koperasi Merah Putih, sehingga dirinya juga bingung dengan program ini.
"Sementara dana desa seluruhnya di pangkas, tetapi pembangunan gerai koperasi Merah Putih hanya ada satu di Kecamatan Suhaid ini," ujarnya.
Ditambahkan Bodeng Kades Bati Kecamatan Seberuang mengatakan hingga hari ini didesanya belum ada pembangunan gerai koperasi Merah Putih.
"Belum ada pembangunan gerai koperasi Merah Putih, Kecamatan Seberuang ini hanya ada di Desa Bekuan gerai koperasi Merah Putih yang baru dibangun," tuturnya.
Ditambahkan juga Kades Nanga Nyabau Kecamatan Putussibau Utara, Paulus. Di desanya juga hingga hari ini belum ada pembangunan koperasi Merah Putih.
"Hingga saat ini belum ada pembangunan koperasi Merah Putih," tuturnya.
Hal serupa disampaikan Dedi Kades Lajau Badai Kecamatan Silat Hulu menyampaikan, bahwa hingga hari ini untuk pembangunan gerai koperasi Merah Putih belum ada dibangun.
"Untuk administrasi koperasi Merah Putih dan lokasi sudah siap. Tetapi pembangunan belum ada," ucapnya.
Sementara itu Tri Tugas Tanto Kades Sibau Hulu Kecamatan Putussibau Utara menyampaikan, bahwa didesanya lagi berlangsung pembangunan gerai koperasi Merah Putih.
"Saat ini lagi berlangsung pembangunan, dimana progressnya mencapai 48 persen," tuturnya.
Kemudian ditambahkan Ekhsan Kepala Desa Nanga Suhaid Kecamatan Suhaid menyampaikan, bahwa untuk pembangunan koperasi Merah Putih saat ini masih berlangsung.
"Gerai koperasi Merah Putih baru dibangun tempat kami," tuturnya.
Sementara itu Dandim 1206/Putussibau Letkol Arm Andreas Prabowo Putro menyampaikan, bahwa pihaknya terus mempercepat pembangunan infrastruktur Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di seluruh wilayah Kabupaten Kapuas Hulu.
"Karena pembangunan KDKMP merupakan bagian dari pengawalan langsung terhadap program ekonomi kerakyatan Presiden RI guna memperkuat kemandirian ekonomi di tingkat desa," ujarnya.
Dandim mengatakan, pihaknya telah melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan- kecamatan untuk memastikan kesiapan lokasi dan progres fisik bangunan.
"Koperasi ini diproyeksikan menjadi wadah peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan potensi lokal, seperti komoditas kratom dan sektor pangan lainnya," ungkapnya.
Dandim mengatakan, Pemerintah dan TNI menargetkan Koperasi Merah Putih dapat beroperasi secara penuh pada pertengahan tahun 2026 ini.
Dandim 1206/Putussibau menyatakan bahwa keterlibatan TNI dalam proyek ini adalah untuk memastikan seluruh tahapan, mulai dari legalitas lahan hingga pembangunan fisik kantor dan gudang, berjalan tepat waktu dan sesuai standar.
"Koperasi ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan sarana ekonomi yang akan menjadi penggerak utama kesejahteraan warga Kapuas Hulu," pungkasnya. (fik)
Editor : Miftahul Khair