PONTIANAK POST - Objek Wisata Mupa Kencana, Desa Pala Pulau, Kecamatan Putussibau Utara Kapuas Hulu dulu pernah berjaya dimasanya, kini objek wisata tersebut tinggal cerita. Kondisinya kini terbengkalai dan memprihatinkan. Objek wisata tersebut kini sudah tidak terawat, beberapa bangunan seperti pendopo, panggung, Ruko di tempat tersebut sudah tak terurus dan dipenuhi rumput liar.
“Wahana permainan di tempat tersebut sudah tak ada lagi. Bangunan pendopo dan jembatan pun sudah banyak rusak,” kata Iwan warga Putussibau, Selasa (20/1).
Iwan mengatakan, kondisi objek Wisata Mupa Kencana seperti itu sudah bertahun – tahun tak mendapatkan perhatian pemerintah.
“Mungkin sudah ada kurang lebih 10 tahun kondisi objek wisata Mupa tersebut memprihatinkan. Masyarakat sudah tak pernah lagi mengunjungi objek wisata tersebut,” ujarnya.
Iwan mengatakan, objek wisata Mupa ini memang ada pengelolanya, namun untuk perkembangan objek wisata ini pemerintah setempat harus membantu, karena jika dibiarkan terus menerus, maka dipastikan fasilitas yang masih ada kelamaan akan hancur dan hilang.
“Kita berharap pemerintah dapat meninjau objek wisata ini dan melakukan perbaikan kembali demi perkembangan objek wisata ini,” ucap Iwan.
Warga Putussibau lainnya Rahma mengungkapkan, dulu objek wisata Mupa Kencana ini menjadi tempat alternatif bagi masyarakat Putussibau berlibur karena letaknya strategis dan dekat dari kota.
“Berbagai permainan yang ada didalamnya seperti bebek engkol, sepeda motor roda empat, flyayong foak dan permainan lainnya yang sudah tersedia dalam objek wisata tersebut,” jelasnya.
Rahma mengatakan, jika objek wisata ini dikelola dengan betul dan serius, pasti ramai dikunjungi oleh para pengunjung terutama dihari – hari libur.
“Karena hanya objek wisata Mupa Kencana inilah yang paling dekat dan berada dalam Kota Putussibau,” ucapnya.
Rahma mengatakan, dengan areal yang cukup luas serta terdapat danaunya, tentu jika dikelola dengan baik khususnya oleh Pemkab Kapuas Hulu bisa lebih menarik wisatawan.
“Objek wisata ini sudah lama, tapi belum bisa menyajikan dan memberikan kepuasan sendiri bagi pengunjung,” pungkasnya. (fik)
Editor : Hanif