Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Atlet Kapuas Hulu Mabruk Arib Dzaky Sumbang Emas untuk Indonesia di ASEAN Para Games Thailand

Taufik As • Senin, 26 Januari 2026 | 11:32 WIB

 

Mabruk Arib Dzaky
Mabruk Arib Dzaky

PONTIANAK POST – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet asal Kapuas Hulu di kancah internasional. Mabruk Arib Dzaky, atlet angkat berat National Paralympic Committee (NPC) Kapuas Hulu yang memperkuat kontingen Indonesia, sukses meraih medali emas pada ajang ASEAN Para Games (APG) 2025 di Thailand, Kamis (22/1). Dalam pertandingan final, Zaky berhasil mengungguli atlet-atlet tangguh dari Vietnam dan Filipina. “Saya berhasil mengalahkan atlet Vietnam dan Filipina,” ujar Zaky, Minggu (25/1).

Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat Indonesia dan keluarganya atas doa serta dukungan yang terus mengalir selama persiapan hingga pertandingan. “Karena dukungan kalian, saya bisa sampai di titik ini. Tetap dukung Indonesia agar kami semakin semangat dan terus mengibarkan bendera Merah Putih,” ucapnya.

Ketua NPC Kapuas Hulu, Jhoni, mengaku bangga atas pencapaian yang diraih Zaky. Menurutnya, prestasi tersebut tidak hanya mengharumkan nama Indonesia, tetapi juga membawa nama baik Kabupaten Kapuas Hulu di tingkat Asia Tenggara. “Selamat untuk Zaky yang sudah mengharumkan nama Indonesia, khususnya Kabupaten Kapuas Hulu,” katanya.

Namun di balik prestasi gemilang itu, Jhoni menyampaikan kekecewaannya terhadap minimnya perhatian Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu terhadap para atlet disabilitas. Ia menilai dukungan yang diberikan selama ini lebih banyak bersifat seremonial dan tidak disertai bantuan nyata. “Pemkab Kapuas Hulu jangan hanya mendukung di mulut saja. Kami tidak butuh itu. Yang kami butuhkan adalah dukungan anggaran. Selama ini NPC Kapuas Hulu seperti dianaktirikan,” tegasnya.

Ia menambahkan, penghargaan terhadap atlet berprestasi pun sangat minim. Bahkan untuk bonus maupun bentuk apresiasi lainnya, para atlet NPC jarang mendapatkannya. “Jangankan bonus, penghargaan saja hampir tidak pernah diberikan. Setiap ada event, kami seperti pengemis mencari dana agar bisa berangkat bertanding,” ujarnya.

Ironisnya, lanjut Jhoni, ketika Zaky berhasil meraih emas di Thailand, sejumlah pejabat justru sibuk mengambil momentum untuk pencitraan, sementara dukungan anggaran yang konkret kepada NPC Kapuas Hulu tetap tidak pernah terwujud. “Hal seperti ini sudah lama terjadi. Kami sangat kecewa dengan Pemkab Kapuas Hulu,” ungkapnya.

Saat ini, NPC Kapuas Hulu tengah mempersiapkan atlet untuk menghadapi Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) Kalimantan Barat. Untuk itu, mereka membutuhkan anggaran pembinaan agar potensi atlet dapat dikembangkan secara maksimal. “Kami punya banyak bibit atlet yang bagus dan berpotensi mengharumkan nama daerah. Tapi sampai sekarang kami masih bingung harus mencari anggaran ke mana untuk melakukan pembinaan,” pungkas Jhoni.

Atlet Kalbar Bersinar

Panggung ASEAN Para Games 2025 di Thailand menjadi saksi kebangkitan atlet disabilitas asal Kalimantan Barat. Selain Zakcy, dua putra daerah, Fauzi Purwolaksono dari Kabupaten Kubu Raya dan Januari dari Pontianak, tampil sebagai pahlawan Merah Putih setelah sama-sama mempersembahkan medali emas bagi Indonesia. Prestasi ini bukan sekadar kemenangan olahraga, melainkan cermin daya juang, ketekunan, dan martabat manusia yang menolak menyerah pada keterbatasan hidup.

Fauzi kembali menegaskan dominasinya di nomor lempar lembing Men’s Javelin F57 dengan lemparan sejauh 43,77 meter, sekaligus mengamankan emas ketiga berturut-turut di ajang ASEAN Para Games. Di balik prestasi itu, Fauzi menjalani kehidupan sederhana sebagai petugas kebersihan honorer di Dinas PUPR Kabupaten Kubu Raya. Cedera akibat kecelakaan lalu lintas pada 2007 yang membuat kaki kanannya patah sempat mengubah jalan hidupnya, namun justru menjadi titik awal kebangkitannya di dunia olahraga disabilitas hingga menembus level internasional.

Sementara itu, Januari mencatatkan prestasi gemilang di cabang para renang dengan meraih emas nomor 200 meter gaya bebas S5 putra sekaligus memecahkan rekor ASEAN Para Games dengan waktu 2 menit 49,83 detik. Bagi perenang berusia 22 tahun itu, kemenangan tersebut menjadi emas internasional pertamanya setelah sebelumnya meraih tiga perak di APG 2023 Kamboja.

 Dua medali emas dari Fauzi dan Januari menegaskan bahwa atlet disabilitas Kalimantan Barat bukan sekadar pelengkap, melainkan kekuatan utama Indonesia di Asia Tenggara, sekaligus pesan kuat bahwa keterbatasan fisik dan latar belakang sosial bukan penghalang untuk mengibarkan Merah Putih di panggung dunia. (fik)

 

Editor : Hanif
#asean para games #Kapuas Hulu #thailand #emas #atlet