PONTIANAK POST - Mendapatkan dana pembangunan dari Kementerian PUPR sebesar Rp11 miliar pada 2026, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Kapuas Hulu akhirnya mulai dibangun. Proses pembongkaran bangunan saat ini masih berlangsung.
Proyek yang dikerjakan PT Ciptaflora tersebut diberikan waktu sebanyak 270 hari untuk menyelesaikannya. Iskandar Kepala MIN Kapuas Hulu menyampaikan, bahwa tidak semua bangunan MIN Kapuas Hulu tersebut dibangun baru, melainkan ada juga yang direnovasi.
"Jadi ada dua gedung yang dirobohkan dan bangun baru, selain itu ada bangunan yang direhab seperti ada yang dicat ulang dan diganti plafonnya," katanya, Senin (26/1).
Iskandar mengatakan, bangunan MIN Kapuas Hulu dikerjakan harus selesai dalam satu tahun angggaran. Maka dari itu dirinya sangat beryukur sekolahnya mendapatkan dana pembangunan dari Pemerintah Pusat.
"Kami juga mengucapkan terimakasih kepada Pemda Kapuas Hulu yang sudah mengizinkan pembangunan baru sekolah ini ditanah mereka. Begitu juga dengan Kementerian Agama Kapuas Hulu kita juga terimakasih karena terus mendorong sekolah ini bisa mendapatkan bantuan dari Pemerintah Pusat, " ujarnya.
Iskandar mengatakan, dengan dibangun barunya bangunan MIN Kapuas Hulu sistem belajar agak berubah yakni selain dengan tatap muka ada juga menggunakan dalam jaringan.
"Untuk proses belajar mengajar dengan tatap muka bergantian karena ruangan tidak cukup dan keterbatasan tempat," ujarnya.
Lanjut Iskandar, untuk proses belajar mengajar melalui Daring diakui memang ada keluhan dari orang tua murid. Namun hal tersebut harus dipahami juga oleh orangtua murid dan harus saling mengerti dengan kondisi yang ada.
"Jika orangtua jika ingin menyampaikan keluhannya janganlah ke media sosial, tetapi datang langsung ke sekolah. Kita carikan solusi secara bersama," tuturnya.
Sementara Dahlia orangtua murid MIN Kapuas Hulu sangat mendukung adanya pembangunan madrasah tersebut karena akan berdampak negatif juga bagi anak murid.
"Kalau gedung sekolahnya bagus dan rapi, Anak-anak tentunya semangat belajarnya," ucapnya.
Dirinya mengatakan, sebagai orangtua murid dirinya tidak masalah proses belajar mengajar saat ini dipindahkan ke lokasi lain dan menggunakan sistem daring juga. "Karena kita juga mengerti dan paham dengan kondisi yang ada saat ini," pungkasnya. (fik)
Editor : Miftahul Khair