PONTIANAK POST - Desa Nanga Dua Kecamatan Bunut Hulu sudah lama tidak merasakan penerangan dari listrik negara. Masyarakat desa tersebut hingga hari ini masih menggunakan genset untuk menerangi rumah mereka.
Namun harapan dari masyarakat Desa Nanga Dua untuk menikmati listrik negara segera tercapai. Pasalnya baru-baru ini dari Kementerian ESDM dan PLN Putussibau sudah melakukan survei ke lokasi desa tersebut untuk pemasangan tiang listrik.
Gregorius Amat Kepala Desa Nanga Dua Kecamatan Mentebah menyampaikan, bahwa selama ini di Desa Nanga Dua belum ada listrik negara yang masuk, selama ini masyarakat masih menggunakan genset, itu pun masyarakat yang mampu.
"Tapi tahun ini listrik negara akan masuk ke wilayah kita. Dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian ESDM dan PLN Putussibau sudah mengecek lokasi untuk pendirian tiang listriknya," katanya, Jumat (30/1).
Selama ini kata Gregorius Amat, Pemerintah Daerah maupun PLN sulit untuk memasukkan listrik negara ke desanya karena terkendala dengan infrastruktur jalan.
"Sekarang untuk infrastruktur di desa Payang ke Nanga Dua sudah lumayanlah jika pihak PLN maupun Pemerintah Daerah memasukkan tiang listrik," tuturnya.
Ia mengatakan, usulan untuk masuknya listrik negara ke desanya ini memang sudah lama dilakukan, bahkan ini juga sudah dilakukan oleh kepala desa sebelumnya.
"Masuknya listrik negara ini juga merupakan fokus perjuangan yang dilakukan oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Gulam Mohamad Sharon," jelasnya.
Lanjut Gregorius, untuk pembangunan listrik negara di desanya akan didirikannya sebanyak 259 tiang listrik dengan jarak 13 kilometer. "Kita berharap di desa kami ini listrik negara benar-benar teraliri sehingga masyarakat pun benar-benar merasakannya," ucapnya.
Maka dari itu dirinya sebagai Kades sangat menyambut upaya dari Pemerintah Pusat maupun PLN Putussibau yang akan mengaliri listrik negara di desanya.
"Untuk di desa kami ini bukan hanya masalah listrik saja yang diharapkan masyarakat. Tetapi masyarakat kami juga kesulitan dengan air bersih. Saya hanya berharap di masa saya memimpin desa ini, masalah air dan listrik ini teratasi. Karena dua hal ini sangat penting bagi masyarakat," pungkasnya. (fik)
Editor : Miftahul Khair