PONTIANAK POST - Persoalan air bersih untuk kebutuhan masyarakat perbatasan di Kecamatan Badau saat ini menjadi masalah. Sudah seminggu ini masyarakat di Kecamatan Badau kesulitan mendapatkan air bersih.
"Sudah dua minggu tidak hujan, kami di sini kesulitan mendapatkan air bersih," kata Bandi warga Badau, Selasa (3/2).
Ia mengatakan, hingga saat ini, operasional PDAM Badau masih belum bisa mengalirkan air bersih ke masyarakat. Dirinya pun tidak tahu apa kendala yang sedang dihadapi mereka.
"Kita harapkan operasional air bersih dari SPAM Badau dapat berjalan normal. Mengingat air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat vital bagi kualitas hidup masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia tersebut, " ujarnya.
Sementara itu Camat Badau membenarkan jika masyarakat Badau kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Bahkan kantor Camat juga terdampak sulit mendapatkan air bersih.
"Seminggu ini air bersih sudah mulai tidak normal mengalir, mungkin ada beberapa titik yg tidak ngalir sama sekali, " ucapnya.
Ia mengatakan, untuk mendapatkan air bersih, masyarakatnya biasanya ada yang beli air bersih dari tangki milik warga.
"Selama ini sumber air SPAM Badau ini dari Bukit di Desa Kekurak, kalau tidak hujan selalu kurang debit airnya, sehingga penyaluran air bersih ke masyarakat pasti terganggu dibeberapa titik khususnya di daerah yang datarannya agak tinggi. Apabila kedepan PDAM Kapuas Hulu punya anggaran cukup, bisa di rencanakan untuk mengakses sumber air di Desa Tinting Seligi, Dusun Sungai Telian yang sumber airnya tidak pernah kering saat kemarau, " jelasnya.
Dirinya berharap Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu segera turun tangan memberikan solusi konkret agar permasalahan distribusi ini tidak berlarut-larut menjadi krisis sosial yang lebih besar.
"Paling tidak dari PDAM Kapuas Hulu saat turun langsung menyelesaikan persoalan ini, " pungkasnya. (fik)
Editor : Hanif