PONTIANAK POST - Tujuh madrasah di Kabupaten Kapuas Hulu dibangun dan rehabilitasi oleh Kementerian PUPR pada tahun 2026. Saat ini proses pembangunan dan rehabilitasi lagi berjalan.
Ketujuh madrasah tersebut diantaranya MIN Kapuas Hulu, MTS Negeri 1 Kapuas Hulu, MTS N 2 Kapuas Hulu, MTS Maarif Kapuas Hulu, MIS Nahdlatul Wathan Kapuas Hulu, MIS Raudatul Jannah Kapuas Hulu dan MAS Al Azhar Kapuas Hulu.
Meskipun mendapatkan dana pembangunan dan rehabilitasi madrasah, dari Kementerian Agama Kapuas Hulu tidak tahu berapa anggaran untuk proyek tujuh madrasah tersebut.
Ali Fahrudin Nasution Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kapuas Hulu menyampaikan, saat ini tujuh madrasah tersebut masih dalam proses pembangunan.
Baca Juga: Bangunan MTSN 1 Kapuas Hulu Direhab, Pihak Madrasah Mengaku Tidak Tahu Berapa Anggannya
"Untuk madrasah yang dibangun baru itu ada 4 yakni MIN Putussibau, Nahdatul Watan, Al Azhar Mentawit dan Maarif sementara 3 madrasah direhab," katanya, Senin (9/2).
Ali mengatakan, pihaknya sama sekali tidak tahu berapa anggaran untuk pembangunan tujuh madrasah tersebut, karena pihaknya hanya menerima hasil pekerjaan saja.
"Terkait anggaran per item madrasah, kita tidak tahu berapa. Yang tahu itu dari pihak PUPR dan penyedia karena mereka yang melakukan tandatangan kontrak," ujarnya.
Dia mengatakan, dalam proyek tersebut, pihaknya hanya menyediakan layanan dan proses administrasi saja untuk proses proyek tersebut.
"Untuk teknis pekerjaan dan siapa yang mengerjakan juga kami tidak tahu," ucapnya.
Baca Juga: Belasan Tahun Rusak, Warga Dusun Penolat Jongkong Minta Jalan Segera Diperbaiki
Meski begitu, Ali sangat beryukur, madrasah di Kapuas Hulu mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat, karena jika mengandalkan dana dari Kemenag Kapuas Hulu maka tidak bisa melakukan pembangunan baru maupun rehab.
"Tahun ini ada 12 madrasah juga yang sudah kita usulkan ke Kanwil Kalbar. Jadi 12 madrasah ini juga sudah disurve, tetapi kita tidak tahu penanganan nya seperti apa. Kita berharap madrasah yang kita usulkan ini mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat," harapnya.
Sementara itu Asropi Kepala MTSN 2 Kapuas Hulu mengatakan, madrasahnya tahun ini mendapatkan proyek rehabilitasi dari Kementerian PUPR.
"Kita mendapatkan proyek renovasi RKB. Untuk anggaran kita tidak tahu berapa karena dari Kementerian PUPR," ucapnya.
Asropi mengatakan, pihaknya hanya sebatas menerima hasil pekerjaan saja, untuk masalah teknis pekerjaan dan lainnya pihaknya tidak tahu. "Kita kemarin hanya urus izin lokasi dan administrasi saja agar proyek tersebut dapat berjalan," tuturnya.
Dia mengatakan, dirinya sangat berterimakasih kepada pemerintah pusat yang sudah memperhatikan MTSN 2 Kapuas Hulu, karena selama puluhan tahun madrasah ini belum pernah diperbaiki.
"Untuk proses belajar mengajar tetap berjalan via online," pungkasnya. (fik)
Editor : Miftahul Khair