Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Harga Pertalite di Kapuas Hulu Tembus Rp25 Ribu per liter, Ini Penyebabnya

Taufik As • Rabu, 18 Februari 2026 | 13:31 WIB
Antrean panjang tampak di salah satu SPBU di Kota Putussibau. Antrean panjang ini diakibatkan dari pasokan BBM ke Kapuas Hulu minim.
Antrean panjang tampak di salah satu SPBU di Kota Putussibau. Antrean panjang ini diakibatkan dari pasokan BBM ke Kapuas Hulu minim.

PONTIANAK POST - Harga Pertalite terbaru di kios BBM eceran di Kapuas Hulu kini tembus Rp25 ribu per liter akibat terdampak kelangkaan pasokan minyak di Kota Putussibau.

Warga kembali mengeluhkan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), khususnya jenis Pertalite. Kondisi ini membuat harga eceran kerap melambung tinggi, bahkan sempat mencapai Rp 25 ribu per liter.

Andi warga Kota Putussibau menyampaikan, bahwa sudah beberapa hari ini pasokan BBM di Kota Putussibau tersendat sehingga kebutuhan BBM sering kali tidak mencukupi kebutuhan masyarakat.

"Sudah beberapa hari ini kami beli Pertalite di kios eceran ada yang jual harga Rp20-25 ribu," katanya, Rabu (18/2). 

Andi mengatakan, saat ini sudah ada beberapa SPBU di Kota Putussibau kedatangan pasokan minyak, namun antrean minyak sepanjang jalan sudah mengular sehingga banyak masyarakat yang tidak kebagian minyak.

"Sehingga masih banyak juga masyarakat yang memilih mengisi minyak di kios eceran," ucapnya.

Dirinya berharap terhadap kelangkaan minyak ini Pemerintah Daerah dan DPRD Kapuas dapa turun langsung mengecek ketersediaan BBM yang ada di Putussibau.

"Jangan sampai ketika minyak datang, SPBU lebih mengutamakan para pengantri yang menggunakan ken atau tanki siluman. Kita berharap SPBU dapat utamakan pengantri umum karena kondisi saat ini sudah tidak memungkinkan, " ungkapnya.

Hal serupa diungkapkan Hendi warga Putussibau, harga BBM jenis pertalite di kios eceran sudah menggila dimana harganya sudah ada yang mencapai Rp25 ribu.

"Saya tadi isi minyak Pertalite dengan Rp25 ribu di Kedamin Putussibau Selatan," tuturnya.

Ia mengatakan, kondisi seperti ini tidak bisa dibiarkan karena masyarakat sangat membutuhkan BBM untuk aktivitas sehari-hari. Maka dari itu diharapkan Pemerintah Daerah dan APH dapat menindak tegas bagi oknum masyarakat yang mencari keuntungan dalam kondisi seperti ini.

"Sekarang bukan hanya minyak saja yang sudah didapat, gas LPG 3 kilogram juga saat ini susah didapat. Kalau pun ada harganya melambung," tuturnya.

Sementara itu  Kepala Bagian Perekonomian, Administrasi Pembangunan dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kabupaten Kapuas Hulu, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa keterlambatan pasokan terjadi karena faktor distribusi.

“Seperti biasa, kondisi kemarau turut mempengaruhi distribusi. Saat ini pengambilan BBM oleh SPBU langsung ke Pontianak karena jobber Pertamina di Sanggau sudah tutup dan tidak beroperasi lagi. Sehingga pasokan BBM ke Kapuas Hulu mengalami keterlambatan,” kata Budi.

Ia menambahkan, akibat keterlambatan tersebut, sebagian besar SPBU di Kapuas Hulu hanya buka rata-rata dua hari sekali, tergantung pada kedatangan BBM yang diangkut dari Pontianak.

Untuk mengantisipasi kelangkaan dan lonjakan harga ditingkat pengecer, Budi menilai peran APH sangat penting dalam melakukan penertiban terhadap pembeli yang membeli BBM dalam jumlah besar untuk dijual kembali.

Pemerintah daerah berharap distribusi BBM dapat segera kembali normal sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dan harga di pasaran kembali stabil.

Dari pantauan media ini sedikitnya ada 3 SPBU di Kota Putussibau yang melayani masyarakat, namun antrean panjang tak terelakkan. Sementara di kioseceran, harga Pertalite saat ini masih dengan harga RP20-25 ribu Perliter. (fik)

Editor : Miftahul Khair
#spbu #melonjak #antrean #Pertalite #bbm #penyebab #harga