PONTIANAK POST - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kapuas Hulu menetapkan target pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) sebesar Rp700 juta pada tahun 2026. Target tersebut dipatok berdasarkan tren pencapaian tahun-tahun sebelumnya yang dinilai konsisten.
Ketua Baznas Kabupaten Kapuas Hulu, Nasution, menyatakan optimisme terhadap pencapaian angka tersebut. Untuk mengejar target, pihaknya mengandalkan peran 101 Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang tersebar di berbagai sektor.
"Kami memiliki 38 UPZ masjid di seluruh Kapuas Hulu, sementara untuk pengumpulan zakat profesi terdapat 63 UPZ yang berbasis di lembaga maupun Organisasi Perangkat Daerah (OPD)," ujar Nasution.
Meski optimistis, Nasution mengungkapkan tantangan dalam meningkatkan kesadaran berzakat, khususnya zakat penghasilan di lingkup Aparatur Sipil Negara (ASN). Dari 33 OPD yang ada di lingkungan Pemkab Kapuas Hulu, ia menyebutkan masih banyak instansi yang belum maksimal menjalankan kewajiban zakat profesi.
"Namun, ada juga OPD yang sangat aktif menyetorkan zakatnya setiap bulan, seperti Dinas Kesehatan. Kami terus berupaya melakukan sosialisasi dan Safari Ramadan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat maupun ASN," imbuhnya.
Ia menekankan bahwa keberkahan zakat tidak hanya berdampak pada aspek spiritual, tetapi juga kesejahteraan sosial. "Tidak ada ruginya membayar zakat. Keberkahan itu luas, bisa berupa kesehatan maupun kesuksesan keluarga," tuturnya.
Sejauh ini, dana ZIS yang terkumpul telah disalurkan secara langsung kepada para penerima manfaat (mustahik) yang membutuhkan. Penyaluran tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari pendidikan hingga sosial keagamaan.
"Dana yang terkumpul digunakan untuk honor guru mengaji, dai, bantuan musafir, penanganan ODGJ, hingga warga kurang mampu. Selain itu, kami juga menyalurkan beasiswa pendidikan dan santunan untuk anak yatim," pungkas Nasution. (fik)
Editor : Miftahul Khair