PONTIANAK POST - Program ketahanan pangan nasional yang menjadi salah satu proyek strategis Presiden Prabowo Subianto yakni Cetak Sawah Rakyat (CSR) tahun 2025 di Desa Sukamaju Kecamatan Putussibau Selatan Kabupaten Kapuas Hulu terancam gagal.
Salah satu program CSR yang berada di Desa Sukamaju Kecamatan Putussibau Selatan yang menghabiskan anggaran APBN Rp 6,6 miliar untuk pembukaan lahan seluas 200 hektare tersebut yang dikerjakan Kodim 1206 PSB hingga hari ini dianggap belum selesai.
Kepala Desa Sukamaju, Hasbi menyampaikan, bahwa pada perjanjian awal antara desa dengan pihak kontraktor maupun Dinas Pertanian Kapuas Hulu untuk program cetak sawah di wilayahnya tersebut adalah setelah adanya pembukaan lahan sawah harus adanya masa tanam. Namun harus dipenuhi terlebih dahulu pembangunan irigasi, tanggul, lahan juga bebas dari kayu maupun akar.
"Dalam artian itu harus sawah yang sesungguhnyalah baru diserahkan kepada masyarakat, " katanya baru-baru ini.
Namun kata Hasbi, fakta dilapangan sawah ini hanya dibuka saja, sementara tanggul tidak ada, akar kayu juga masih banyak.
"Bagaimana kita mau menggunakan alat mesin pertanian yang ada jika cetak sawah ini saja belum selesai, " ucapnya.
Ia mengatakan, dengan melihat kondisi program cetak sawah yang ada seperti ini, dirinya menilai program ini gagal. Karena bagaimana masyarakat mau mengerjakan sawah tersebut, sementara pekerjaan di lapangan ini masih berat.
"Harusnya kemarin setelah cetak sawah inikan langsung tanam. Namun kendalanya itu masyarakat masih ada tanda tanya besar terhadap program cetak sawah ini. Sawah yang dibuka seperti ini, bagaimana untuk menanamnya. Ini sama saja seperti ladang tahunan," ujarnya.
Dengan kondisi cetak sawah seperti ini, dirinya sebagai Kepala Desa juga malu dengan masyarakat untuk mengajak mereka menanam padi. Sementara pihaknya diminta oleh Pemerintah Pusat setelah sawah dicetak harus dilakukan penanaman.
"Di Pemerintah Pusat sana mereka tahunya cetak sawah ini jadi dan siap pakai, namun fakta dilapangan kan bertolak belakang, " ungkapnya.
Lanjut Hasbi, hingga hari ini di tempatnya tidak ada lagi kegiatan program CSR ini karena dianggap sudah selesai pada bulan Januari 2026 lalu, padahal pihaknya dijanjikan setelah cetak sawah ini selesai dibuka maka akan dilakukan land clearing pembersihan semak belukar dan sisa akar.
"Padahal perjanjian dengan Dinas Pertanian itukan hingga bulan Maret 2026, harusnya pekerjaan cetak sawah hingga tuntas inikan belum selesai. Saya katakan program cerah sawah di desa kami ini gagal, " pungkasnya.
Sebagai informasi bahwa sebanyak 480 hektare lahan di empat kecamatan di Kabupaten Kapuas Hulu ditetapkan sebagai lokasi program Cetak Sawah Rakyat (CSR) dari pemerintah pusat.
Empat kecamatan tersebut meliputi Desa Sukamaju di Kecamatan Putussibau Selatan seluas 200 hektare, Desa Nanga Lot di Kecamatan Seberuang 100 hektare, Jongkong Hulu di Kecamatan Suhaid 150 hektare, dan Desa Benuis di Kecamatan Selimbau 30 hektare.
Sementara dari pihak Kodim 1206 PSB saat dicoba konfirmasi belum bisa memberikan keterangan. (fik)
Editor : Miftahul Khair