Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Nyawa yang Dipertaruhkan, Kisah di Balik Tewasnya Tujuh Warga Penambang Emas di Desa Bugang Kapuas Hulu

Taufik As • Minggu, 8 Maret 2026 | 22:56 WIB

TRAGEDI PETI: Aktivitas penambangan rakyat di kawasan perbukitan Kapuas Hulu. Longsor di lokasi tambang ilegal Desa Bugang menewaskan tujuh warga yang sedang menambang pada Minggu (8/3/2026).
TRAGEDI PETI: Aktivitas penambangan rakyat di kawasan perbukitan Kapuas Hulu. Longsor di lokasi tambang ilegal Desa Bugang menewaskan tujuh warga yang sedang menambang pada Minggu (8/3/2026).

PONTIANAK POST — Tragedi kembali menyelimuti Desa Bugang, Kecamatan Hulu Gurung, Kabupaten Kapuas Hulu.

Aktivitas penambangan emas yang menjadi tumpuan hidup sebagian warga setempat berujung maut setelah longsoran tanah dan batu menimbun para penambang pada Minggu (8/3) sekitar pukul 13.00 WIB.

Peristiwa tersebut menewaskan tujuh warga Desa Bugang yang saat itu sedang melakukan aktivitas penambangan di kawasan perbukitan Kampung Hilir.

Lokasi tambang rakyat itu berada sekitar lima hingga enam kilometer dari ibu kota Kecamatan Hulu Gurung.

Sekretaris Camat Hulu Gurung, Zulfauzi, membenarkan kejadian tersebut.

Ia mengatakan seluruh korban merupakan warga Desa Bugang yang tengah bekerja di lokasi tambang ketika longsor terjadi.

“Informasi yang saya terima memang ada tujuh warga Desa Bugang yang meninggal dunia saat menambang dan tertimbun longsoran tanah,” ujar Zulfauzi, Minggu (8/3).

Menurutnya, setelah kejadian, warga setempat langsung melakukan upaya evakuasi.

Seluruh korban akhirnya berhasil dikeluarkan dari timbunan tanah oleh masyarakat sekitar.

Rencananya, para korban akan dimakamkan pada sore hari di desa mereka.

Di sisi lain, peristiwa ini kembali memunculkan sorotan terhadap praktik penambangan ilegal yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Kapuas Hulu.

Wakil Ketua DPRD Kapuas Hulu, Topan Ali Akbar, mengaku telah menerima laporan terkait insiden tersebut.

Ia menyebut para korban terdiri dari laki-laki dan perempuan, dan seluruhnya merupakan warga Desa Bugang.

“Korbannya tujuh orang dan semuanya warga Desa Bugang. Ada laki-laki dan perempuan,” ungkapnya.

Topan menyampaikan keprihatinan mendalam atas tragedi yang kembali merenggut nyawa warga.

Ia menilai kejadian serupa kerap berulang dan memerlukan langkah serius dari pemerintah.

Menurutnya, penanganan persoalan tambang ilegal tidak bisa dibiarkan berlarut-larut, terutama jika terus menimbulkan korban jiwa.

“Dengan keterbatasan kewenangan pemerintah daerah, apakah kita harus terus membiarkan korban bertambah?” tegasnya. (fik)

 

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#Kapuas Hulu #longsor #tambang emas #bugang #desa #Hulu Gurung #kronologi #putussibau #bencana