PONTIANAK POST – Tim gabungan dari TNI-Polri, bersama pihak Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) serta Manggala Agni kembali menunjukkan kesigapannya dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah perbatasan.
Pada Minggu (29/3) pukul 09.00 WIB, tim gabungan melaksanakan kegiatan pengecekan titik api (hotspot) di kawasan Tanjung Hantu, Desa Pulau Majang, Kecamatan Badau.
Pengecekan dilakukan di titik koordinat Latitude 0.94182 dan Longitude 111.994, yang sebelumnya terdeteksi sebagai area kebakaran.
Kegiatan tersebut melibatkan personel Polsek Badau, Koramil 1206-04/Badau, Resort TNDS Pulau Majang, serta tim Manggala Agni Semitau. Dalam pelaksanaannya, tim menggunakan sarana prasarana berupa perahu, speed boat, mesin robin, handy talky (HT), drone, serta peralatan pemadaman seperti selang dan alat semprot manual.
Kasi Humas Polres Kapuas Hulu IPTU Jamali menyampaikan, bahwa dari hasil pengecekan di lapangan, ditemukan satu lokasi hamparan kebakaran di wilayah Tanjung Hantu dengan luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai kurang lebih 116,8 hektare.
"Lahan yang terbakar merupakan jenis gambut, yang memiliki karakteristik mudah terbakar dan berpotensi menyimpan bara api dalam waktu lama, " katanya, Senin (30/3).
IPTU Jamali mengatakan, tim gabungan kemudian melakukan berbagai upaya penanganan, mulai dari mendatangi lokasi kejadian, berkoordinasi dengan pihak TNDS dan Manggala Agni, hingga melakukan pengecekan jalur api yang berpotensi merambat ke kawasan hutan lindung.
"Berdasarkan hasil pemantauan, api yang telah terjadi sejak tanggal 24 Maret 2026 tersebut akhirnya berhasil dipadamkan setelah penanganan intensif selama kurang lebih lima hari. Seluruh rangkaian kegiatan pengecekan selesai pada pukul 18.00 WIB dalam situasi aman, lancar, dan kondusif, " ujarnya.
Meski demikian kata Jamali, lokasi bekas kebakaran masih dalam tahap pemantauan guna mengantisipasi munculnya kembali titik api. Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh aktivitas masyarakat luar yang melakukan kegiatan mencari ikan di kawasan danau, khususnya saat melakukan aktivitas memasak tanpa memastikan api benar-benar padam.
"Kami mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dan bertanggung jawab dalam beraktivitas di kawasan hutan dan perairan, guna mencegah terjadinya kebakaran serupa, " harapnya.
Sambungnya, sinergitas lintas instansi ini diharapkan terus terjaga sebagai langkah preventif dalam menjaga kelestarian lingkungan serta mencegah meluasnya karhutla di wilayah konservasi TNDS.
Sementara itu Danramil 1206-04/Badau Kapten Inf Mahfud Sabban melalui Babinsa di lapangan Koptu Dian Abdul Malik menyampaikan bahwa patroli terpadu ini akan terus ditingkatkan, terutama memasuki musim kemarau.
"Kami tidak ingin kecolongan, Sinergi antar instansi dan kesadaran masyarakat adalah kunci utama agar wilayah Badau bebas dari kabut asap," ujarnya.
Situasi di lokasi yang diperiksa telah dinyatakan aman dan titik api yang terpantau telah berhasil ditangani serta dilakukan pendinginan guna memastikan tidak ada bara yang tersisa di dalam tanah (gambut).
Koptu Dian Abdul Malik juga menambahkan upaya yang dilakukan selain terjun langsung ke titik api, juga bekerjasama dengan instansi terkait memberikan edukasi bahaya Karhutla dan sanksi hukumnya bagi yang melakukan dengan sengaja.
Selain itu mereka juga memastikan akses jalan terdekat dan sumber air, apabila sewaktu waktu ada terjadinya Karhutla. (fik)