Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

7 Dapur MBG Kapuas Hulu Disetop Sementara, Ini Penyebabnya

Taufik As • Kamis, 2 April 2026 | 17:38 WIB
Salah satu SPPG/Dapur MBG di Kapuas Hulu yang ditutup sementara. (TAUFIK /PONTIANAK POST)
Salah satu SPPG/Dapur MBG di Kapuas Hulu yang ditutup sementara. (TAUFIK /PONTIANAK POST)

PONTIANAK POST - Sebanyak tujuh dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kapuas Hulu resmi ditutup sementara. Langkah tegas ini diambil setelah ditemukan berbagai pelanggaran mendasar terkait standar sanitasi dan pengelolaan limbah.

Kebijakan tersebut merujuk pada Keputusan Kepala Badan Gizi Nasional Nomor 401.1 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Tata Kelola Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Tahun Anggaran 2026.

Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Kapuas Hulu, Soni Deviandi Putra menyampaikan, bahwa sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) belum memenuhi persyaratan utama, yakni belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan/atau Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) sesuai standar yang ditetapkan.

"Dari 14 SPPG /Dapur MBG yang ada di Kapuas Hulu. Untuk sementara ada 7 Dapur yang ditutup," katanya, Kamis (2/4).

Baca Juga: Bupati Sintang Soroti Aturan MBG yang Sering Berubah, Pelaku Usaha Dapur Mengaku Kesulitan

Soni mengatakan, penutupan dapur MBG di Kapuas Hulu baru dilakukan kemarin, maka dari itu Mitra MBG pun diminta untuk segera memenuhi persyaratan yang diminta BGN jika ingin beroperasi kembali.

"Dari 7 dapur MBG yang ditutup ini, ada yang sudah memiliki sertifikat SLHS, tetapi IPAL nya belum. Bahkan sebaliknya juga," ujarnya.

Soni mengatakan, tidak ada batas waktu bagi Mitra MBG untuk memenuhi syarat  SLHS maupun IPAL ini, namun diminta agar secepatnya mengurus hal tersebut.

"Semuanya kembali ke Mitra tersebut, jika mereka cepat mengurusnya, maka mereka juga akan cepat kembali beroperasional. Karena jika mereka tidak beroperasi maka tidak dibayar sama sekali termasuk sewa dapur Rp6 juta itu distop," tuturnya.

Baca Juga: Kritik Jaringan Gusdurian soal Penghematan WFH ASN, Singgung Angka Rp6 Triliun hingga Proyek MBG dan Kopdes

Dengan penutupan sementara dapur MBG ini, dirinya hanya melihat dari sudut pandang penerima manfaat saja karena yang terdampak dengan penutupan MBG ini bukan hanya berdampak kepada Mitra MBG saja.

"Dampak paling besar itukan dirasakan oleh anak-anak sekolah yang menerima MBG ini, kemudian ada relawan yang berhenti bekerja, suplier terdampak dan lain-lain, " ujarnya.

Untuk itu Soni berharap kepada Mitra MBG dapat secepatnya dapat memenuhi persyaratan SLHS dan IPAL ini supaya dapur MBG dapat kembali beroperasi.

Sementara itu Kalvin Pengelola SPPG di Desa Pala Pulau Kecamatan Putussibau Utara menyampaikan bahwa Dapur MBG dirinya juga ditutup sementara mulai hari ini karena terkendala dengan IPAL.

"Kita pasti akan penuhi persyaratan yang diminta BGN," ucapnya.

Dirinya tak menampik dengan penutupan dapur MBG ini memberikan dampak besar mulai dari penerima manfaat MBG, relawan hingga suplier.

"Mudah-mudahan kita berharap dapur MBG ini segera kembali beroperasi seperti biasa," pungkasnya. (fik)

Editor : Miftahul Khair
#SPPG #pengelolaan limbah #ditutup sementara #sanitasi #dapur MBG