PONTIANAK POST - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kapuas Hulu mencatat baru 37,77 persen jalan kabupaten di wilayah tersebut yang berada dalam kondisi mantap. Persentase itu setara dengan sebagian kecil dari total panjang ruas jalan kabupaten yang mencapai 1.244,782 kilometer.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kapuas Hulu, Farid Setiawan, menyatakan bahwa pemerintah daerah tetap fokus pada penanganan infrastruktur di tahun ini. Menurutnya, ketersediaan sarana transportasi yang mumpuni merupakan kunci utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
"Wilayah Kapuas Hulu sangat luas dengan jarak antardesa dan kecamatan yang berjauhan. Banyak ruas jalan yang memerlukan perhatian serius, namun penanganannya membutuhkan anggaran besar sementara kemampuan daerah terbatas," ujar Farid kepada awak media.
Farid mengatakan untuk tahun 2026 ini ada empat ruas jalan di Kapuas Hulu yang akan dibangun.
Baca Juga: Ketua PCNU Ketapang Imbau Masyarakat Sampaikan Kritik Secara Bijak dan Objektif kepada Pemerintah
"Jalan yang akan dibangun itu ruas jalan Nanga Boyan-Nanga Suruk Rp5,4 miliar, ruas jalan Suhaid - Mensusai Rp2,4 miliar, ruas jalan Tekalong-Beringin Rp400 juta dan ruas jalan Jongkong Kiri Tengah- Ujung Said Rp180 juta," ujarnya.
Sementara untuk pembangunan jembatan, kata Farid, dirinya belum bisa memastikan jembatan mana saja yang akan dibangun. Namun, anggaran untuk ini sudah disiapkan sekitar Rp11,9 miliar.
"Untuk jembatan yang kita bangun itu jembatan bailey. Saat ini kita masih dalam perencanaan. Kita belum tahu jembatan yang mau dibangun. Kita akan survei terlebih dahulu," ujarnya.
Farid mengatakan, untuk pembangunan jalan tersebut, ada yang dibangun hingga pengaspalan, penimbunan, dan merapikan badan jalan.
"Untuk pembangunan jalan ini prosesnya masih menunggu tender seleksi konsultan perencanaan," tuturnya.
Ia mengakui, pembangunan jalan dan jembatan di tahun ini memang tidak terlalu banyak, karena dampak dari efisiensi anggaran. Apalagi Kabupaten Kapuas Hulu sudah dua tahun belakangan ini tidak lagi mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK).
“Paling saat ini kita berharap dengan adanya Inpres saja. Tahun kemarin kita mendapatkan dana Inpres Rp165 miliar untuk pembangunan delapan ruas jalan. Dengan adanya Inpres ini, kita sangat terbantu," pungkasnya. (fik)
Editor : Hanif