PONTIANAK POST - Berdasarkan perkembangan terbaru di awal tahun 2026, kondisi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) memang menghadapi tantangan serius, terutama terkait belum terbayarnya investor dapur 3T (terdalam, terjauh, terpencil) yang mana sudah banyak yang 100 persen.
Seperti yang terjadi di Kapuas Hulu, para investor dapur MBG 3T di Kapuas Hulu belum mendapatkan pembayaran oleh Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat terkait bangunan dapur MBG di wilayah 3T.
"Akibat ini kami masih menyisakan utang dengan tukang dan toko belum dibayar," kata Olai, salah satu pelaksana pembangunan dapur MBG 3T di Kapuas Hulu.
Olai mengatakan, dirinya sendiri ada lima dapur MBG 3T yang dikerjakan dan sudah selesai semuanya. Dimana saat ini pihaknya masih menunggu pembayaran dari BGN Pusat.
"Janji awal sesuai kontrak ketika selesai dapur MBG 3T langsung dibayar. Tau-tau petunjuk teknis berubah menggunakan sistem sewa dimana menunggu dapur MBG 3T ini berjalan baru uang kami dibayar. Tapi sampai sekarang belum ada titik terang kapan MBG 3T ini berlajan," ujarnya.
Ia menceritakan awal mulanya bagaimana dirinya bisa mengerjakan dapur MBG 3T ini. Dimana dirinya diminta oleh Wakil Bupati Kapuas Hulu Sukardi.
"Sehingga kami pun membangunnya sesuai dengan permintaan dan siap pakai. Namun di perjalanan juknis berubah, dimana pembayaran harus menggunakan sistem sewa," ujarnya.
Baca Juga: Lagi, Siswa Keluhkan MBG Berulat di Kayong Utara, Sebelumnya SPPG Pernah Di-suspend
Dirinya mengatakan, sangat kecewa dengan sistem pembayaran seperti ini, karena jika dari awal pembangunan dapur MBG 3T menggunakan sistem sewa, tentunya dirinya tidak akan mengambil pekerjaan ini.
"Saya habis uang dalam pembangunan dapur MBG 3T ini kurang lebih Rp850 juta," tuturnya.
Lanjut Olai, dirinya merasa dijebak dengan pembangunan dapur MBG 3T ini. Karena dari awal perjanjian untuk pembayaran dapur MBG 3T ini hanya bangunan saja. Namun perjalanan waktu diminta untuk menyiapkan segala fasilitas supaya dapur MBG 3T ini bisa berjalan.
"Sekarang pembangunan dan segala fasilitas dapur MBG 3T yang saya kerjakan sudah lengkap semua. Namun belum ada titik terang terkait pembayarannya," ujarnya.
Ditambahkan juga Kahar pelaksana pembangunan dapur MBG 3T di Kapuas Hulu menyampaikan, bahwa dirinya juga membangun dapur MBG 3T yang hingga hari ini belum dibayar oleh BGN.
Baca Juga: Kabar Bahagia, 1.720 Dapur MBG yang Disetop Ternyata Tetap Terima Rp6 Juta per Hari
"Kita kemarin kontraknya dengan BGN itu hanya pembangunan dapur saja, tidak termasuk dengan fasilitas nya. Tapi juknis nya berubah kita diminta untuk menyiapkan juga segala fasilitasnya," ujarnya.
Lanjut Kahar, segala fasilitas dapur MBG 3T juga sudah dilakukan, namun hingga hari ini masih belum ada titik terang untuk pembayaran pembangunan dapur MBG 3T.
Sementara itu Sukardi, Ketua Satgas MBG Kabupaten Kapuas Hulu menyampaikan, terkait belum dibayarnya pembangunan dapur MBG 3T terhadap investor tersebut karena adanya perubahan regulasi.
"Awalnya kemarin untuk pembangunan dapur MBG 3T di intruksikan oleh pemerintah pusat dibayar dimuka. Kemudian berjalan beberapa bulan ada perubahan lagi akan dibayar 40 persen. Namun tahun 2026 ini ada perubahan sistem pembayaran dengan sistem sewa perhari," ujarnya.
Baca Juga: Enam Dapur MBG Masih Suspend, Dua SPPG Kapuas Hulu Segera Kembali Beroperasi
Sukardi yang juga Wakil Bupati Kapuas Hulu ini menjelaskan, perubahan pembayaran dapur MBG 3T ini tidak lagi mengacu kepada pembangunan dapurnya saja melainkan harus melengkapi segala fasilitas dapur yang ada.
"Sehingga pembayaran untuk pembangunan dapur MBG 3T setelah program ini berjalan," pungkasnya. (fik)
Editor : Miftahul Khair