Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Banjir Kepung Empat Desa di Kapuas Hulu, Ketinggian Air Capai 1,5 Meter dan Lumpuhkan Akses Jalan

Taufik As • Senin, 18 Mei 2026 | 13:16 WIB
Warga melintasi banjir yang menenggelamkan jalan di salah satu desa di Kecamatan Silat Hulu. (ISTIMEWA)
Warga melintasi banjir yang menenggelamkan jalan di salah satu desa di Kecamatan Silat Hulu. (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Silat Hulu Kabupaten Kapuas Hulu, menyebabkan banjir dan longsor di sejumlah desa pada Sabtu, 16 Mei 2026. Sedikitnya ada empat desa di Kapuas Hulu yang dikepung banjir.

Menyikapi kondisi tersebut, personel Polsek Silat Hulu melakukan monitoring perkembangan banjir, puting beliung, dan longsor (batingsor) sejak pukul 07.00 WIB guna memastikan situasi masyarakat tetap aman dan terkendali.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, terdapat empat desa yang terdampak banjir yakni Desa Landau Badai, Desa Nanga Ngeri, Desa Dangkan Kota dan Desa Nanga Dangkan. Banjir yang terjadi diketahui merupakan banjir kiriman dari wilayah hulu sungai akibat meningkatnya debit air setelah hujan deras yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir.

Di Desa Landau Badai, genangan air terjadi di Dusun Sumber Maju dan Dusun Nanga Pengga dengan ketinggian air berkisar antara 50 hingga 80 sentimeter. Akibatnya, jalan desa terendam dan aktivitas masyarakat terganggu.

Baca Juga: BPBD Sintang Mulai Kirim Bantuan Logistik ke Wilayah Banjir, Ribuan KK Terdampak di Tiga Kecamatan

Sementara itu, di Desa Nanga Ngeri, banjir merendam Jalan Dusun Pelita Jaya dan Dusun Kepala Gurung dengan ketinggian air mencapai 50 hingga 70 sentimeter.

Kondisi serupa juga terjadi di Desa Dangkan Kota. Genangan air setinggi 50 hingga 120 sentimeter merendam Jalan Poros Dangkan Kota–Bongkong, kawasan depan Mapolsek Silat Hulu, hingga permukiman warga di bantaran sungai.

Di Desa Nanga Dangkan, banjir merendam Jalan Poros Dangkan Kota–Nanga Entibab dan Jalan Dusun Tanjung Harapan dengan ketinggian air mencapai 150 sentimeter di sejumlah titik. Akibat banjir tersebut, arus lalu lintas kendaraan di beberapa jalan poros desa dilaporkan lumpuh dan tidak dapat dilalui kendaraan.

Selain banjir, longsor juga terjadi di jalan poros Desa Riam Tapang, Kecamatan Silat Hulu menuju Desa Landau Kumpang, Kecamatan Hulu Gurung. Warga setempat masih bergotong royong membersihkan material longsor menggunakan alat seadanya agar akses jalan dapat kembali dilalui kendaraan, mengingat jalur tersebut menjadi salah satu akses utama masyarakat.

Kapolsek Silat Hulu AKP Jaspian mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan maupun longsor, terutama bagi warga yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah rawan bencana.

Baca Juga: Kopdes Merah Putih Resmi Diluncurkan di Kapuas Hulu, Kodim 1206/Psb Siap Kawal Penguatan Ekonomi Desa

“Kami dari Polsek Silat Hulu terus melakukan monitoring situasi di lapangan guna memastikan keamanan serta keselamatan masyarakat tetap terjaga,” kata AKP Jaspian.

Jaspian menambahkan, berdasarkan hasil monitoring sementara, tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian materiil akibat kejadian tersebut. Hingga saat ini situasi secara umum masih dalam keadaan aman dan kondusif.

"Mudah-mudahan banjir yang melanda beberapa desa ini cepat surut, " pungkasnya. (fik)

Editor : Hanif
#Silat hulu #Hujan Deras #desa #banjir #Banjir Kiriman