Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

DBD di Kapuas Hulu Meningkat Jadi 179 Kasus, Putussibau Utara Tertinggi dan Satu Warga Meninggal

Taufik As • Rabu, 20 Mei 2026 | 16:31 WIB
Ilustrasi DBD
Ilustrasi DBD

PONTIANAK POST - Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PP dan KB) Kabupaten Kapuas Hulu, kasus DBD sepanjang tahun 2026 cukup tinggi. Kasus DBD di Kapuas Hulu tahun 2026 sebanyak 179 orang yang menjadi korban penyakit DBD gigitan nyamuk, tersebar di sejumlah kecamatan wilayah Kapuas Hulu.

Berdasarkan data kasus terbanyak DBD di Kecamatan Putussibau Utara mencapai 36 kasus, banyak kedua ada berada Kecamatan Bunut Hulu 25 kasus dan ketiga di Kecamatan Putussibau Selatan 21 kasus.

Sisanya terbesar di Kecamatan Semitau 15 kasus, Embaloh Hilir 14 kasus, Batang Lupar 14 kasus, Selimbau 11 kasus, Empanang 8 kasus, Kalis 6 kasus, Mentebah 4 kasus, Bunut Hilir 4 kasus.

Terus Kecamatan Hulu Gurung 7 kasus, Suhaid 6 kasus (satu orang meninggal dunia), Seberuang 2 kasus, Pengkadan 1 kasus, Silat Hulu 1 kasus, silat Hilir 1 kasus, Jongkong 1 kasus, dan Embaloh Hulu 1 kasus.

Baca Juga: Dinkes Sanggau Catat 80 Kasus Suspek Chikungunya, Kecamatan Kapuas Tertinggi

Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinas PP KB) Sudarso menghimbau agar masyarakat melakukan pencegahan dengan pemberantasan sarang nyamuk serta jentik nyamuk 3M seminggu sekali.

3M yang dimaksud adalah mengurus tempat penampungan air, yang beresiko menjadi tempat berkembang biak nyamuk. Menutup rapat tempat penampungan air, agar nyamuk dewasa tidak masuk untuk bertelur atau berkembang biak. Manfaatkan atau mendaur ulang barang bekas agar dapat dimanfaatkan kembali. 

"Terpenting lagi adalah, menggunakan lotion antinyamuk saat beraktivitas di luar ruangan, menggunakan kelambu saat tidur untuk menghindari gigitan nyamuk," katanya, Selasa (19/5). 

Sudarso juga mengimbau kepada masyarakat utnuk, memelihara ikan pemakan jentik nyamuk di kolam atau penampung air, menanam tanaman yang tidak disukai nyamuk seperti lavender, serai dan zodia.

Kemudian memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi rumah, hindari kebiasaan menggantung pakaian di rumah, karena dapat menjadi tempat penyembunyian nyamuk.

Baca Juga: Kasus DBD di Kayong Utara Naik Jadi 14 Orang, Dinkes Gencarkan Fogging dan PSN 3M Plus

"Terakhir menaburkan bubuk larvasida (abate) pada penampung air yang sulit di kuras, dan melakukan pemeriksaan jentik secara rutinitas, " pungkasnya. (fik)

Editor : Hanif
#Kapuas Hulu #DBD #Putussibau Utara