Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Parade Budaya Warnai Perayaan Hari Jadi Kota Putussibau dan Semangat Kebhinekaan

Taufik As • Rabu, 3 Juni 2026 | 16:36 WIB
Parade adat nusantara dalam perayaan hari jadi Kota Putussibau ke 131.  (TAUFIK / PONTIANAK POST)
Parade adat nusantara dalam perayaan hari jadi Kota Putussibau ke 131. (TAUFIK / PONTIANAK POST)

PONTIANAK POST - Hari Kota Putussibau ke 131 tahun berlangsung meriah, dimana dalam perayaan tersebut diwarnai dengan parade busana adat nusantara. Parade yang dilaksanakan di Halaman gedung SATAP Kapuas Hulu, Senin (1/6). Berbagai macam busana adat daerah yang digunakan oleh peserta parade seluruh perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Daerah Kapuas Hulu, dan sejumlah pihak lainnya.

Setiap rombongan perwakilan OPD menampilkan aktraksi ciri khas masing-masing, dengan tarian yang telah disiapkan beberapa hari ini, untuk dinilai oleh panitia itu sendiri. Dalam kegiatan tersebut hadir langsung Bupati dan Wakil Bupati Kapuas Hulu, Kapolres Kapuas Hulu, Dandim 1206 Putussibaau, Ketua DPRD Kapuas Hulu, seluruh Forkompinda dan tamu undangan lainnya.

Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan menyampaikan parade ini adalah salah satu memeriahkan hari jadi Kota Putussibau ke 131 tahun. 

"Parade busana adat daerah ini menggambarkan bahwa, masyarakat Kapuas Hulu terus menjaga komitmen toleransi, untuk melestarikan adat budaya dan harmonis antara sesama," katanya.

Baca Juga: Bupati Kapuas Hulu Hadiri Gawai Dayak Makai Taon, Tekankan Nilai Kekeluargaan Warga

 

Sementara itu Wakil Bupati Kapuas Hulu Sukardi menyampaikan, digunakannya baju adat peserta parade ini sebagai perlambang Kebhinekaan. Karena itu sebagai sebuah bangsa yang memiliki Kebhinekaan, segenap bangsa ini harus lebih mengedepankan rasa persatuan dan kesatuan bangsa.

"Di hari jadi Kota Putussibau hari ini kita disini menggunakan pakaian adat. Sebagai bangsa yang memiliki Kebhinekaan kita harus lebih mengedepankan rasa persatuan dan kesatuan bangsa, menguatkan nasionalisme kita untuk mewujudkan Indonesia yang maju," ujarnya. 

Kota Putussibau berdiri pada tanggal 1 Juni 1895, yang terletak di Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat. Nama Putussibau menurut cerita rakyat yang berkembang di Kota Putussibau berasal dari gabungan kata “Putus”dan “Sibau”. Kata “Putus” yang dimaksud disini adalah “memutus” dan “Sibau” sendiri adalah nama salah satu sungai yang melewati Kota Putussibau. (fik)

Editor : Hanif
#kota putussibau #busana adat #Parade #atraksi budaya #hari jadi