PONTIANAK POST - Kondisi ruas jalan dan jembatan menuju Kecamatan Embaloh Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, kembali menjadi sorotan. Hingga kini, akses darat yang menjadi urat nadi masyarakat di wilayah tersebut masih mengalami kerusakan parah dan belum mendapatkan penanganan menyeluruh.
Warga setempat mengaku telah puluhan tahun menghadapi kesulitan akibat buruknya infrastruktur yang menghubungkan Kecamatan Embaloh Hilir dengan ibu kota Kabupaten Kapuas Hulu, Putussibau.
Askiman salah seorang warga, mengatakan masyarakat sudah hampir tiga dekade merasakan pahitnya kondisi akses darat yang jauh dari kata layak. Bahkan, untuk menjaga jalan tetap bisa dilalui, warga kerap bergotong royong menggunakan dana pribadi.
"Sudah hampir 30 tahun masyarakat Embaloh Hilir menghadapi kondisi seperti ini,. Kami hanya bisa swadaya membeli kayu untuk menahan lumpur agar jalan masih bisa dilewati," katanya, Kamis (4/6).
Baca Juga: Operasi Patuh Kapuas 2026 Digelar, Polres Kapuas Hulu Fokus Tindak 9 Pelanggaran Prioritas
Tak hanya jalan yang rusak, sejumlah jembatan di jalur tersebut juga berada dalam kondisi memprihatinkan. Beberapa di antaranya disebut hanya bertahan dengan satu tiang penyangga dan dinilai tidak lagi aman untuk digunakan masyarakat.
"Sudah 80 tahun Indonesia merdeka dan Putussibau berusia 131 tahun, tetapi Embaloh masih seperti hidup di era 2000 tanpa akses darat yang memadai," ungkapnya.
Menanggapi keluhan masyarakat, Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan mengakui bahwa kondisi infrastruktur di sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Embaloh Hilir, memang membutuhkan perhatian serius. Namun, menurutnya, keterbatasan anggaran menjadi kendala utama dalam percepatan pembangunan.
Saat ini Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu harus menghadapi kebijakan efisiensi anggaran yang mencapai sekitar Rp480 miliar. Efisiensi anggaran ini membuat pemerintah daerah sangat terbatas dalam menangani pembangunan infrastruktur dasar, seperti jalan dan jembatan. (fik)
Editor : Hanif