PONTIANAK POST - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kapuas Hulu meminta pemerintah daerah dan pihak Pertamina untuk memperketat pengawasan distribusi gas elpiji bersubsidi di tingkat agen maupun pangkalan.
"Distribusi elpiji bersubsidi tiga kilogram masih memunculkan banyak keluhan masyarakat. Sehingga berbagai kendala yang terjadi di ruang publik perlu diselesaikan dengan tepat," kata Wakil Ketua DPRD Kapuas Hulu, Topan Ali Akbar, Jumat (12/6).
Ali mengatakan, supaya dari pihak kepolisian dapat melakukan pengawasan juga terhadap pendistribusian gas elpiji 3 kg di masyarakat. Jangan sampai ada pihak-pihak tertentu mengambil keuntungan dalam situasi seperti ini.
Baca Juga: Prabowo Perintahkan Percepatan Transisi LPG ke CNG, Fokus Jaga Ketahanan Energi dan Daya Beli Rakyat
"Jika ada oknum masyarakat yang melakukan penimbunan agar dapat ditindak biar ada efek jera," ucapnya.
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengatakan, bahwa sebelumnya juga dari pihak DPRD Kapuas Hulu sudah menemui Biro Perekonomian Provinsi Kalbar untuk mencari solusi konkret dalam mengatasi kelangkaan gas elpiji di Kapuas Hulu.
"Sehingga hasil pertemuan kemarin disepakatilah adanya operasi pasar gas elpiji yang dilaksanakan dua hari," ucapnya.
Ali mengatakan, sebenarnya pihaknya menginginkan langkah konkret bukan hanya sekedar operasi pasar dari Pemerintah Daerah, namun dapat mencari persoalan sebenarnya apa yang terjadi dilapangan apakah ada pihak-pihak yang bermain.
Baca Juga: Polda Kalbar Tegaskan Penindakan Distribusi Migas Ilegal, Ungkap Modus Elpiji Dijual di Atas Harga
Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu bekerja sama dengan Pertamina menggelar operasi pasar murah elpiji subsidi 3 kilogram di Putussibau, Kamis 11 Juni 2026, sebagai upaya menekan lonjakan harga gas melon di tingkat kios dan pengecer.
Langkah ini dilakukan setelah harga elpiji 3 kilogram di sejumlah kios dan pengecer di wilayah Putussibau melonjak hingga Rp40 ribu sampai Rp80 ribu per tabung akibat kelangkaan pasokan.
Sementara itu, harga di tingkat pangkalan dan agen masih sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp25 ribu per tabung.
Pantauan di lokasi operasi pasar murah yang digelar di halaman Toko Pelangi, Jalan Lintas Selatan, Kedamin Hulu, Kecamatan Putussibau Selatan, menunjukkan ratusan warga rela mengantre untuk mendapatkan elpiji subsidi dengan harga Rp25 ribu per tabung. Pembelian dibatasi satu tabung untuk setiap KTP guna memastikan distribusi tepat sasaran.
Kegiatan tersebut juga mendapat pengawasan dari Satpol PP Kapuas Hulu serta aparat kepolisian.
Kepala Bagian Perekonomian, Administrasi Pembangunan dan SDA Setda Kapuas Hulu, Budi Prasetyo, mengatakan kelangkaan elpiji subsidi dipicu minimnya pasokan dibandingkan tingginya kebutuhan masyarakat.
Baca Juga: Keterlambatan Pengiriman Picu Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg di Sukadana Kayong Utara
Menurutnya, kuota elpiji subsidi untuk Kapuas Hulu saat ini hanya sekitar 2.257.000 tabung, jumlah yang dinilai tidak lagi mampu memenuhi lonjakan permintaan di lapangan.
Sebagai solusi jangka pendek, Pemda Kapuas Hulu mengajukan tambahan pasokan kepada Pertamina untuk mendukung operasi pasar murah.
Kita meminta ke Pertamina sebanyak 286.720 tabung untuk pelaksanaan operasi pasar murah gas elpiji di Kapuas Hulu,” ujarnya.
Budi berharap operasi pasar murah dapat membantu masyarakat memperoleh gas subsidi dengan harga sesuai ketentuan sekaligus menekan praktik penjualan dengan harga tinggi di tingkat pengecer
Baca Juga: Kelangkaan LPG 3 Kg Bikin Warga Kapuas Hulu Kesulitan Memasak dan Penuhi Kebutuhan Harian
Warga Putussibau Selatan, Mulyadi, mengaku operasi pasar murah sangat membantu masyarakat di tengah mahalnya harga gas subsidi di tingkat pengecer.
Ia menyebut harga elpiji 3 kilogram di sejumlah toko masih berkisar Rp40 ribu hingga Rp70 ribu per tabung, jauh di atas harga resmi.
Menurutnya, banyak pengecer memanfaatkan kelangkaan untuk mengambil keuntungan lebih besar meski membeli gas dari pangkalan dengan harga normal.
Keluhan serupa disampaikan Juliana, warga Putussibau lainnya. Ia mengaku sebelumnya harus membeli gas subsidi dengan harga mencapai Rp55 ribu per tabung.
"Mana kita mampu beli gas elpiji 3 Kg dengan harga begitu mahal," pungkasnya. (fik)
Editor : Miftahul Khair