PONTIANAK POST – Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu kembali mengusulkan peningkatan sejumlah ruas jalan strategis kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Langkah ini ditempuh untuk mempercepat pembangunan infrastruktur sekaligus membuka konektivitas wilayah pedalaman dan perbatasan yang masih menghadapi keterbatasan akses transportasi.
Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan mengatakan kondisi infrastruktur jalan masih menjadi tantangan besar. Dari 271 ruas jalan kabupaten dengan panjang hampir 2.000 kilometer, tingkat kemantapan jalan saat ini baru mencapai sekitar 40 persen.
Jika dikalkulasikan, maka sekitar 60 persen atau lebih dari 1.100 kilometer ruas jalan masih memerlukan peningkatan kualitas dan penanganan lebih lanjut.
Banyak Wilayah Masih Membutuhkan Penanganan Jalan
Menurut Fransiskus, masih banyak wilayah yang memerlukan perhatian pembangunan karena belum terjangkau secara optimal oleh kemampuan anggaran daerah.
“Masih banyak wilayah yang membutuhkan sentuhan pembangunan. Daerah-daerah yang belum tersentuh optimal oleh APBD kabupaten, seperti Kecamatan Embaloh Hilir, Silat Hulu, Silat Hilir, dan Kalis, sangat memerlukan perhatian. Begitu pula dengan kawasan perbatasan negara seperti Kecamatan Puring Kencana, Empanang, Putussibau Utara, dan kecamatan lainnya,” kata Fransiskus.
Baca Juga: Warga Keluhkan Infrastruktur Jalan dan Jembatan Rusak di Embaloh Hilir Kapuas Hulu
Ia menegaskan usulan kepada Kementerian PU diharapkan mampu mempercepat pemerataan pembangunan dan mengurangi kesenjangan akses antarwilayah.
Akses Jalan Jadi Harapan Masyarakat Pedalaman dan Perbatasan
Ketersediaan jalan yang memadai dinilai menjadi kebutuhan mendasar bagi masyarakat. Infrastruktur yang baik akan mempermudah mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, akses pendidikan, hingga layanan kesehatan.
Wilayah pedalaman dan perbatasan selama ini menghadapi tantangan tersendiri akibat kondisi jalan yang belum sepenuhnya memadai. Karena itu, dukungan pemerintah pusat dinilai penting untuk mempercepat pembangunan.
Bagi masyarakat perbatasan, keberadaan jalan bukan sekadar infrastruktur, melainkan urat nadi kehidupan sehari-hari. Warga di Kecamatan Empanang dan Puring Kencana telah lama mengeluhkan kondisi jalan yang rusak karena menyulitkan perjalanan, meningkatkan biaya transportasi, dan memperlambat distribusi kebutuhan pokok.
Sejumlah tokoh masyarakat perbatasan menilai perbaikan jalan akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi warga, akses pendidikan, serta pelayanan kesehatan di kawasan yang berbatasan langsung dengan Malaysia.
"Ruas jalan Nanga Kantuk-Sungai Antu yang rusak ini statusnya jalan negara," kata Jeblin Kepala Desa Sungai Mawang Kecamatan Puring Kencana, April lalu.
Pemkab Berharap APBD 2027 Tetap Stabil
Selain mengandalkan dukungan pemerintah pusat, Pemkab Kapuas Hulu juga berharap kondisi APBD tahun 2027 tetap stabil sehingga program pembangunan yang telah direncanakan dapat berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
Fransiskus mengatakan stabilitas anggaran menjadi faktor penting agar usulan pembangunan dari berbagai kecamatan dapat direalisasikan secara bertahap.
Menurut dia, keterbatasan fiskal akibat kebijakan efisiensi anggaran masih menjadi tantangan dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di daerah.
Baca Juga: Jembatan Rusak di Hulu Gurung Kapuas Hulu, Mobil Pengangkut Galon Terperosok Saat Melintas
Pembangunan Jalan Hulu Gurung Hampir Tuntas
Di tengah berbagai keterbatasan, Fransiskus menyampaikan capaian pembangunan infrastruktur di Kecamatan Hulu Gurung yang hampir seluruhnya selesai.
Menurut dia, saat ini hanya tersisa satu ruas jalan yang belum tertangani secara penuh, yakni jalur yang menghubungkan Sungai Terus menuju Desa Beringin (Tempiau).
Keberhasilan tersebut dinilai menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur tetap dapat berjalan ketika mendapat dukungan pendanaan dan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
Program IJD Dinilai Membantu Percepatan Infrastruktur
Fransiskus menilai Program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) memberikan dampak signifikan bagi pembangunan jalan dan jembatan di Kapuas Hulu.
“Dampak program IJD ini sangat luar biasa bagi masyarakat kita di tengah keterbatasan anggaran daerah. Keberhasilan ini tentu tidak lepas dari peran Ketua Komisi V DPR RI, Bapak Lasarus, yang selalu mengawal langsung setiap usulan pembangunan dari Kapuas Hulu di tingkat pusat,” pungkasnya.
Kapuas Hulu sebelumnya telah merasakan manfaat Inpres Jalan Daerah tahun 2024. Sedikitnya lima ruas jalan berhasil ditangani melalui program tersebut, yakni di kawasan Penembur dan Riam Mangelai (Kecamatan Boyan Tanjung), Seberu (Kecamatan Silat Hulu), Kerangan Panjang (Kecamatan Pengkadan), serta Rantau Kalis.
Pembangunan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan konektivitas antarkecamatan dan membuka akses masyarakat di wilayah pedalaman.
Pada pelaksanaan tahun 2025–2026, Kabupaten Kapuas Hulu memperoleh alokasi untuk peningkatan delapan ruas jalan dengan total anggaran sekitar Rp160 miliar hingga Rp165 miliar.
Ruas yang ditangani meliputi Nanga Danau–Nanga Bunut, Simpang Senara–Simpang Sekubah, Menendang–Nanga Temenang, Buak Mau–Mangelai, Simpang Empat Nanga Suruk–Nanga Payang, Tekalong–Tanjung, Simpang Mupa–Datah Dian, serta Lingkar Mupa–Transmigrasi.*
Editor : Uray Ronald