PONTIANAK POST - Lantai ruang belajar kelas III SMP Negeri 2 Batang Lupar, Kabupaten Kapuas Hulu, mendadak ambruk, Rabu (24/6). Struktur penyangga kayu di bawah cor beton yang lapuk dimakan usia diduga menjadi pemicu utama. Marcelus Yunias Kepala SMPN 2 Batang Lupar membenarkan jika ruang kelas sekolah mereka tiba-tiba ambruk.
"Ruang belajar tersebut sudah tidak bisa difungsikan lagi alias tutup total, " katanya, Jumat (26/6).
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kapuas HuluPetrus Kusnadi menyampaikan ambruknya lantai ruangan belajar SMPN 2 Batang Lupar dipicu karena bangunan sudah tua.
Baca Juga: 27 Sekolah di Pontianak Direvitalisasi, Menteri Abdul Mu'ti Tinjau Langsung
"Sekolah ini sebenarnya sempat direnovasi. Beberapa ruang kelas baru saja dicat agar bangunan tampak bersih. Sayang, keterbatasan anggaran membuat perbaikan hanya bersifat darurat. Sekedar perbaikan ringan pada bagian yang dianggap mendesak, " ujarnya.
Kusnadi menegaskan, perbaikan bangunan yang ambruk menjadi perhatian Dinas Pendidikan. Tim telah diterjunkan ke lokasi untuk melihat situasi secara langsung. Menurut dia, tahun 2026 ini akan direnovasi meski dihadapkan dengan keterbatasan anggaran.
“Kami akan berupaya, minimal penanganan sementara, sebab, ini memasuki tahun ajaran baru," ujarnya.
Untuk jangka panjang, Disdikbud mendorong revitalisasi total secara menyeluruh. Pihak sekolah diminta segera menyiapkan berkas administrasi sebagai syarat pengajuan dana ke pusat. Tapi, menurut dia, usulan revitalisasi itu tergantung data yang diinput sekolah, sebab usulan itu langsung dari pihak sekolah. Sembari menanti kucuran dana kementerian, aktivitas belajar mengajar dipastikan tetap berjalan. Pihak sekolah akan memaksimalkan penggunaan fasilitas lain yang masih kokoh.
"Kami akan berupaya menangani sekolah tersebut semampunya, demi kenyamanan dan keamanan dalam aktivitas belajar mengajar," pungkasnya. (fik)
Editor : Hanif