Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

RSUD Putussibau Jelaskan Kronologi Penanganan Bayi yang Meninggal Usai Operasi Sesar

Taufik As • Senin, 29 Juni 2026 | 10:53 WIB
F Paulus Miki, Direktur RSUD Ahmad Diponegoro Putussibau
F Paulus Miki, Direktur RSUD Ahmad Diponegoro Putussibau

PONTIANAK POST – Manajemen RSUD dr. Achmad Diponegoro Putussibau memberikan penjelasan terkait kronologi penanganan medis terhadap bayi pasangan Susanto dan Vetronela Susi yang meninggal dunia setelah dilahirkan melalui operasi sesar pada Minggu (21/6).

Penjelasan tersebut disampaikan setelah sebelumnya pihak keluarga menyampaikan kekecewaan terhadap pelayanan rumah sakit. Dalam kronologi yang diterima media ini pada Jumat (26/6), manajemen RSUD menegaskan seluruh tindakan medis telah dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Direktur RSUD dr. Achmad Diponegoro Putussibau, Paulus Miki, mengatakan pelayanan kesehatan diberikan tanpa membedakan latar belakang pasien.

Baca Juga: Bukan Sekadar Notifikasi, Dynamic Island iPhone Ternyata Punya Fitur Nyeleneh yang Bikin Ketagihan

"Pastinya kita tidak pandang siapa orangnya, semua datang berobat ke RSUD dr. Achmad Diponegoro Putussibau, tetap dilayani dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan SOP," katanya.

Berdasarkan kronologi rumah sakit, bayi laki-laki tersebut lahir melalui operasi sesar pada Sabtu (20/6) pukul 17.17 WIB dari ibu berusia 29 tahun dengan usia kehamilan 38–39 minggu. Bayi memiliki berat lahir 1.788 gram dan didiagnosis mengalami beberapa komplikasi kehamilan, di antaranya hipertiroid pada ibu, letak muka, lilitan tali pusat dua kali di leher, serta gangguan pertumbuhan janin dalam kandungan (intrauterine growth restriction/IUGR).

Rumah sakit menyebut saat dilahirkan bayi tidak bernapas, mengalami sianosis atau kebiruan pada seluruh tubuh, sehingga tim medis segera melakukan tindakan resusitasi menggunakan ventilasi tekanan positif (VTP). Setelah tindakan tersebut, bayi mulai bernapas meski kondisinya masih sangat lemah sehingga dipindahkan ke ruang Perawatan Intensif Anak (PIA) untuk mendapatkan penanganan lanjutan.

Selama menjalani perawatan, tim medis terus melakukan pemantauan kondisi bayi, pemasangan oksigen, infus umbilikal (UVC), pemberian antibiotik, obat antikejang, pemasangan selang lambung, pemeriksaan laboratorium, serta terapi lain sesuai instruksi dokter spesialis anak.

Baca Juga: iPhone 17e Bikin Pengguna Android Goyah, Kamera Tunggal Jangan Diremehkan, Hasil Konten dan Game Bikin Ketagihan

Menurut pihak rumah sakit, keluarga pasien juga telah diberikan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) mengenai kondisi bayi yang sejak awal dinilai kritis, termasuk kemungkinan terjadinya perburukan.

Memasuki Minggu (21/6) dini hari hingga sore, kondisi bayi terus mengalami penurunan. Tim medis mencatat beberapa kali terjadi penurunan saturasi oksigen, sesak napas, kejang, hingga henti napas (apnea). Berbagai tindakan penyelamatan, termasuk bantuan napas (bagging), resusitasi jantung paru (RJP), dan pemberian obat epinefrin, dilakukan oleh tim medis.

Namun upaya tersebut tidak berhasil. Pada pukul 17.50 WIB, dokter jaga menyatakan bayi meninggal dunia di hadapan keluarga dan tenaga kesehatan yang bertugas.

Pihak RSUD menegaskan seluruh rangkaian penanganan medis telah dilaksanakan sesuai prosedur dan berdasarkan perkembangan kondisi klinis pasien. (fik)

Editor : Miftakhair
#operasi sesar #Paulus Miki #kronologi RSUD #RSUD Putussibau #bayi meninggal