Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Pasutri Susanto-Susi Tuntut Kejelasan Bayinya Meninggal Usai Persalinan, Begini Jawaban RSUD Putussibau

Taufik As • Senin, 29 Juni 2026 | 15:02 WIB
Keluarga Susanto saat mendatangi rumah sakit Putussibau menemui langsung Direktur A RSUD Ahmad Diponegoro Putussibau. (TAUFIK/PONTIANAK POST)
Keluarga Susanto saat mendatangi rumah sakit Putussibau menemui langsung Direktur A RSUD Ahmad Diponegoro Putussibau. (TAUFIK/PONTIANAK POST)

PONTIANAK POST - Pasangan suami istri Susanto dan Petronela Susi mendatangi RSUD Ahmad Diponegoro Putussibau bersama keluarga, untuk menuntut kejelasan terkait meninggalnya anaknya usai persalinan, pada Sabtu (20/6) lalu.

Kedatangan mereka disambut langsung oleh Direktur RSUD Ahmad Diponegoro Putussibau Paulus Miki dan bawahannya dan juga dihadiri oleh dokter spesialis kandungan yang menangani persalinan korban yakni dr Erni, Senin (29/6).

Susanto suami Petronela Susi menyampaikan kedatangan mereka ke rumah sakit ini ingin mendapatkan penjelasan secara utuh dari pihak rumah sakit terkait meninggal nya anaknya usai melahirkan karena lambannya pelayanan petugas rumah sakit.

Baca Juga: Bayi Warga Nanga Tubuk Meninggal Usai Persalinan, Keluarga Pertanyakan Lambannya Pelayanan RSUD Putussibau

"Dalam hal ini kita terimalah terhadap penyampaian dari rumah sakit ke kita," katanya.

Susanto mengatakan, apalagi dari penyampaian dari Direktur RSUD Ahmad Diponegoro juga akan melakukan evaluasi terhadap petugas kesehatanya dalam melayani masyarakat.

"Kita berharap pelayanan rumah sakit ini lebih bagus kedepannya jangan sampai ada korban lagi seperti kami," ujarnya.

Hanya saja kata Susanto, dirinya tetap tidak terima alasan dari pihak rumah sakit yang menyebutkan jika obat untuk anaknya saat kejadian kejang-kejang itu sebelum meninggal. Sementara dirinya disuruh mencari obat diluar.

Baca Juga: Duduk Perkara Bayi Meninggal di RSUD Putussibau, Keluarga Keluhkan Obat Kosong dan Penanganan Lamban

"Kalau pun ada obat untuk anak saya, tidak lah kami bercari-cari diluar," ucapnya.

Harusnya kata Susanto, rumah sakit dengan semegah ini mestinya semua obat tersedia, jangan sampai kosong. "Karena obat ini kosong, anak saya menjadi korbannya," ucapnya.

Dia mengatakan, masalah ini tidak akan diperpanjang, mengingat dirinya dan keluarga sudah merasa puas dan lega bisa menyampaikan keluhannya secara langsung ke pihak rumah sakit.

"Intinya dari kami menganggap masalah ini sudah selesai. Kami berharap pelayanan rumah sakit dan ketersediaan obat dirumah sakit ini agar dibenahi secara total," harapnya.

Sebelumnya, bayi yang baru lahir dari pasangan suami istri Susanto dan Petronela Susi meninggal dunia diduga akibat lambannya pelayanan dari RSUD dr Achmad Dipenogoro Putussibau pada Minggu (21/6).

Pasangan warga Desa Nanga Tubuk Kecamatan Kalis itu merasa pelayanan yang lambat dilakukan oleh pihak rumah sakit RSUD Putussibau, yang menjadi penyebab anaknya yang baru lahir meninggal dunia.

Baca Juga: RSUD Putussibau Jelaskan Kronologi Penanganan Bayi yang Meninggal Usai Operasi Sesar

Sementara itu Direktur RSUD Ahmad Diponegoro Diponegoro Paulus Miki menyampaikan, pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap pelayanan kesehatan rumah sakit ini.

"Kita mohon maaf kepada keluarga korban jika dalam pelayanan kami terdapat kelalaian atau keterlambatan," ujarnya.

Dirinya juga berjanji akan memperbaiki sistim kerja yang ada di rumah sakit untuk lebih baik lagi kedepannya.

"Atas nama pribadi dan rumah sakit saya mengucapkan duka cita kepada korban dan permohonan maaf dari rumah sakit kepada keluarga korban," pungkasnnya. (fik)

Editor : Miftahul Khair
#pelayanan rumah sakit #bayi meninggal RSUD Putussibau #minta penjelasan #Kapuas Hulu