PONTIANAK POST - Sempat kosongnya beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di sejumlah kios di Putussibau dalam beberapa hari terakhir bukan disebabkan menipisnya stok. Perum Bulog Cabang Kapuas Hulu menyebut distribusi sempat terhenti karena adanya perawatan gudang.
Pemimpin Cabang Bulog Putussibau M. Khilnan Rianda menjelaskan bahwa persediaan beras di gudang tetap dalam kondisi aman. Namun, distribusi SPHP dipasaran sebenarnya masih aman, hanya saja karena tingginya permintaan masyarakat terhadap beras SPHP tersebut membuat persediaan di pasar maupun di kios cepat kosong.
"Sehingga stok beras SPHP sempat menghilang di pasaran beberapa hari ini karena kita melakukan perawatan di gudang sehingga tutup sementara," katanya, Selasa (7/7).
Baca Juga: Stok Beras Nasional Tembus Rekor, Indonesia Bidik Swasembada Pangan Berkelanjutan
Khilnan mengatakan, untuk saat ini pihaknya sudah kembali melakukan pendistribusian beras SPHP tersebut ke pasar maupun mitra. Sebanyak 15 mitra Bulog Putussibau telah kembali menerima pasokan beras SPHP.
"Beras SPHP di gudang saat ini tetap ada sekitar 230 Ton, bahkan saat ini masih ada yang dalam pengiriman sebanyak 500 ton," ujarnya.
Khilnan menegaskan masyarakat tidak perlu melakukan pembelian berlebihan atau panic buying karena pasokan beras dalam kondisi sangat mencukupi.
“Tidak perlu resah atau khawatir. Ketersediaan stok sangat cukup, apalagi sampai melakukan panic buying,” tegasnya.
Baca Juga: Pupuk Subsidi Aman, Beras Indonesia Tumbuh di Tengah Tekanan Global
Khilnan juga memastikan seluruh beras SPHP yang disalurkan layak dan aman dikonsumsi.
“Bulog memastikan seluruh beras yang disalurkan selalu melalui pemeriksaan yang ketat, baik kuantitas maupun kualitasnya,” ujarnya.
Sementara itu Istimala warga Putussibau mengatakan, sudah beberapa hari stok beras SPHP yang biasanya dijual di kios maupun warung hingga hari ini masih kosong sehingga membuat terpaksa membeli beras 5 kilogram yang lumayan mahal.
"Saya terbiasa makan beras SPHP itu karena harganya terjangkau dan lumayan enak dimasak, " ucapnya.
Dirinya berharap agar Bulog kembali melakukan pendistribusian terhadap beras medium SPHP tersebut jangan sampai terjadi kelangkaan. "Karena kita terbantu dengan adanya beras SPHP, karena harga beras merk lain lumayan mahal dengan isi 5 kilogram, " tuturnya.
Sementara Asnawati salah satu pemilik warung di Putussibau menyampaikan, bahwa sudah beberapa hari ini dirinya tidak menjual beras SPHP ini karena kehabisan stok.
Baca Juga: Mentan: Harga Pupuk Turun, Produksi Beras Naik
"Permintaan masyarakat terhadap beras SPHP ini cukup tinggi, mungkin harganya terjangkau bagi masyarakat, " pungkasnya. (fik)
Editor : Miftahul Khair