PONTIANAK POST - Minimnya bantuan dana hibah dari Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu kepada KONI Kapuas Hulu untuk persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalbar di Pontianak memberi dampak kepada sejumlah Cabang Olahraga.
Para Pengcab mulai mencari cara untuk memberangkatkan atletnya secara maksimal untuk ke Porprov 2026. Bahkan sejumlah Pengcab Olahraga pun pesimis untuk bisa memberangkatkan atletnya ke ajang 4 tahunan tersebut.
Ketua Pengurus Cabang Olahraga Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Kabupaten Kapuas Hulu, Abu Isa menyampaikan, pihaknya mengapresiasi Pemerintah Daerah yang telah menghibahkan Rp500 juta dan kerja keras KONI Kapuas Hulu yang terus berjuang agar Porprov 2026 tetap bisa dihelat.
"Tetapi dilihat dari nominal bantuan itu serasa tidak mungkin bisa membrangkatkan atlet dengan maksimal, karena dengan jumlah Cabor yang sangat banyak serasa sulit untuk memberangkatkkan Cabor mana yang dipilih," katanya.
Isa mengatakan, hampir semua Cabor juga telah mempersiapkn diri untk ajang Porprov 2026. Ia mencontohkan seperti Cabor Shorinji Kempo yang telah menyiapkn 20 kelas pertandingan, sedangkan pihaknya paling tidak memberangkatkan 10-12 orang untuk berlaga di Pontianak.
"Ide dari KONI juga kita apresiasi untuk menyeleksi mana-mana Cabor yang menjadi unggulan yang diberangkatkan, tetapi dengan biaya yang minim mustahil kita bisa mencetak prestasi yang maksimal karena kita tidak hanya bicara asal berangkat, tapi kita juga harus mempersiapkn atlet kita dengan maksimal melalui TC dan extrapudding serta vitamin, belum lagi sapras, dan biaya-biaya kebrangkatan, penginapan dan lain-lain," ujarnya.
Isa pun berharap agar dana hibah tersebut bisa dapat ditambah lagi, minimal untuk TC aylet dan sarana dan prasarana olahraga Kapuas Hulu.
Sementara itu Dini Ardianto Ketua Inkanas Kapuas Hulu menyampaikan, melihat kondisi ekonomi saat ini, memang pemerintah sangat kesulitan untuk membagi pos keuangan, termasuk Porprov.
"Saya hanya menyarankan ke KONI untuk memetakan cabang-cabang olahraga yang dapat mendulang medali, ini yang prioritas untuk dikirim," ujarnya.
Dini mengatakan, Pengcab olahraga di Kapuas Hulu tidak dapat lagi berharap ke pemerintah dengan kondisi ekonomi saat ini maka perlu dari KONI Kapuas Hulu untuk mencari sponsor pihak ketiga yang bisa membantu mendukung tim Porprop Kapuas Hulu.
"Saya kira belum terlambat ke pengusaha-pengusaha tambang, perkebunan atau pengusaha arwana. Selain itu juga dalam Porprov nanti KONI dapat mengurangi official yang ikut serta jangan kebanyakan official dari atlet. masih ada waktu untuk mencari sponsor. Olahraga tanpa sponsor omong kosong," ungkapnya.
Sementara itu Tommy, Ketua Hapkido Kapuas Hulu menyampaikan, pihaknya menyayangkan terbatasnya anggaran hibah untuk Porprov 2026 ini. Pada Porprov sebelumnya, Hapkido berhasil membuktikan potensi besar dengan menyumbangkan medali emas (meski saat itu masih kategori eksibisi). Pencapaian tersebut adalah bukti nyata dari dedikasi, kerja keras, dan kualitas atlet-atlet kita di lapangan.
"Kami sangat memahami bahwa pembatasan kontingen akibat anggaran Rp500 juta membuat KONI Kapuas Hulu harus mengambil keputusan sulit. Namun, kami berharap prestasi dan histori medali yang telah diraih bisa menjadi pertimbangan utama KONI dalam menentukan cabor mana yang diprioritaskan untuk berangkat ke Pontianak," tuturnya.
Baca Juga: Kapuas Hulu Tetap Kirim Kontingen ke Porprov Kalbar 2026 Meski Anggaran Terbatas
Tommy mengatakan, untuk atlet Hapkindo sudah siap tempur mengikuti Porprov 2026. Namun pihaknya tetap menunggu perkembangan informasi dari KONI Kapuas Hulu mengenai Porprov ini. "Kita masih menunggu informasi selanjutnya dari KONI Kapuas Hulu," ucapnya.
Sementara itu Ketua Pengcab PTMSI Kapuas Hulu, Jamali menyampaikan bahwa Pengcab PTMSI Kabupaten Kapuas Hulu pada dasarnya mengikuti saja kebijakan dari KONI Kabupaten Kapuas Hulu terkait Porprov.
"Kalau diberangkatkan kami siap kalaupun tidak kami juga tidak masalah, karena kami juga memahami kondisi saat ini terutama terkait masalah anggaran. Kita tentunya berupaya untuk berkontribusi serta memberikan yang terbaik tapi juga harus realistis dgn kondisi yg ada," ujar Jamali.
Sementara itu Ketua PBVSI Kapuas Hulu Abang Surahman mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan apakah para atletnya akan berangkat ke Porprov atau tidak mengingat kondisi keuangan KONI Kapuas Hulu saat ini.
Baca Juga: KONI Tetapkan Jadwal Porprov Kalbar 2026, 8 Cabang Olahraga Baru Ikut Berlaga
"Nanti kami rapat dahulu secara internal terkait keberangkatan atlet Porprov ini," ucapnya.
Sementara itu Ketua PSSI Kapuas Hulu Wahyudi Hidayat menyampaikan, pihaknya tetap berusaha memberangkatkan atlet sepakbola.
"Berapa pun anggaran yang diberikan KONI Kapuas Hulu kami akan tetap ikut Porprov. Kami akan merangkul penggiat olahraga bola tetap berangkat porprov meskipun menggunakan dana mandiri," pungkasnya. (fik)
Editor : Miftahul Khair