PONTIANAK POST - Pembangunan jembatan gantung Desa Tanjung Karang Kecamatan Putussibau Utara saat ini masih dilakukan. Jembatan yang nantinya akan menghubungkan Desa Mendalam dan Padua Mendalam ini di bangun dengan menguras APBN sebesar Rp11,7 Miliar.
Proyek tersebut dikerjakan oleh CV Penuai Lawang Onet. Pembangunan jembatan tersebut pun langsung ditinjau oleh Lasarus Ketua Komisi V DPR RI bersama Bupati dan pihak Kementerian PUPR, Senin (27/7).
"Saya lihat tadi untuk progressnya sudah 73 persen. Diperkirakan bulan Oktober nanti pekerjaan ini selesai," katanya.
Lasarus juga meminta kepada pihak pelaksana agar dapat mengerjakan proyek jembatan ini tepat waktu, maka untuk itu manfaatkan waktu di musim kemarau ini untuk menggenjot pekerjaan proyek ini.
"Karena sebelumnya di lokasi proyek ini sempat banjir dan menganggu pekerjaan," ucapnya.
Lasarus mengatakan, sebelumnya jembatan ini dibangun, anak-anak bersekolah di seberang desa harus menggunakan perahu dengan mengeluarkan biaya lumayan besar. Maka dari itu pihaknya membangun jembatan gantung ini.
"Maka dari itu saat jembatan gantung ini sudah selesai hanya boleh pengguna jalan dan motor saja. Tetapi khusus untuk mobil ambulan diperbolehkan, tinggal diatur saja. Masyarakat jangan sesukanya menggunakan jembatan gantung dan harus dijaga dan dirawat," harapnya.
Sementara itu Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Pusat melalui dorongan dari Ketua Komisi V DPR RI, jembatan gantung di desa Tanjung Karang ini akhirnya dibangun.
"Jembatan gantung ini sangat dibutuhkan, mengingat anak-anak di desa Tanjung Karang ini jika sekolah ke desa seberang harus menyeberangi sungai," ucapnya.
Dengan adanya jembatan gantung ini kata Bupati, maka antar desa pun bisa terhubung diantaranya Desa Mendalam dan Padua Mendalam. "Saya pun berharap dengan adanya jembatan gantung ini, perekonomian masyarakat pun bisa berjalan," pungkasnya. (fik)
Editor : Miftahul Khair