PONTIANAK POST - Oknum ASN di Kapuas Hulu bernama Syaiful Muharam alias Apong terdakwa kasus penipuan pencatutan nama Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata saat ini sudah menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Putussibau.
Julian Humas Pengadilan Negeri Putussibau menyampaikan, bahwa ada oknum ASN yang lagi menjalani persidangan dalam perkara perbuatan curang. "Kemarin agenda persidanganya sudah dalam pemeriksaan saksi. Minggu depan peneriksaan terdakwanya," katanya, Kamis (30/7).
Sementara itu Ade Hermanto Sekretaris Disparpora Kapuas Hulu menyampaikan, bahwa Syaiful Muharam ini merupakan ASN di kantornya.
Baca Juga: Polda Kalbar Ingatkan Warga Waspadai Penipuan yang Catut Nama Kapolda Irjen Alberd Teddy Sianipar
"Terhadap masalah dia ini, kami sudah mengajukan permohonan pemberhentian sebagai ASN kepada BKPSDM Kapuas Hulu," ucapnya.
Sebelumnya juga Kabid Olahraga Disporapar Kapuas Hulu, Deby Pebrufianto menyampaikan bahwa, terkait oknum pegawainya tersebut, merupakan salah satu stafnya di bidang olahraga.
"Kami sudah menerima sejumlah laporan dari masyarakat, diduga oknum tersebut telah melakukan penipuan ke masyarakat," ujarnya beberapa waktu yang lalu.
Dalam hal ini, kata Deby, pihaknya sudah melakukan pemanggilan kepada yang bersangkutan. "Oknum ini sudah melakukan pelanggaran administrasi dan disiplin, serta terancam dipecat dari ASN. Kemudian dia, tidak pernah masuk kantor lagi, sejak awal Agustus 2025 kemarin," ucapnya.
Baca Juga: Polda Kalbar Ingatkan Masyarakat Soal Penipuan Catut Nama Wakapolda Baru
Selain itu juga, kata Deby, pihaknya sudah melakukan imbauan kepada seluruh masyarakat, baik melalui media sosial maupun media massa, agar masyarakat tidak percaya kepada oknum tersebut.
"Pastinya jangan mudah tertipu dengan oknum tersebut, karena ada sejumlah masyarakat yang menjadi korban," ungkapnya.
Syaiful Muharam ini sebelumnyaditahan Polres Kapuas Hulu sejak 28 April 2026. Oknum ASN tersebut, sempat viral di media sosial akun Facebook, di mana ada beberapa penipuan yang dilakukan, seperti mencatut nama Dinas, mulai dari penipuan pengambilan ATK, penipuan penjualan Pokir DPRD, penipuan terhadap warung makan dan lain-lain. (fik)
Editor : Miftahul Khair