Bukit Kemantan Dikepung Sawit dan Kemarau, Warga Perbatasan Kapuas Hulu Menjerit Krisis Air Bersih

Taufik As • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 14:04 WIB
Bukit Kemantan Puring Kencana merupakan tempat sumber air bersih masyarakat. Kini debet airnya sudah turun akibat kemarau dan sekitaran bukit sudah banyak ditanami sawit. (ISTIMEWA)
Bukit Kemantan Puring Kencana merupakan tempat sumber air bersih masyarakat. Kini debet airnya sudah turun akibat kemarau dan sekitaran bukit sudah banyak ditanami sawit. (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST - Warga yang tinggal di perbatasan RI-Malaysia, tepatnya di Desa Sungai Antu Kecamatan Puring Kencana Kapuas Hulu, Kalimantan Barat (Kalbar), sedang menghadapi krisis air bersih yang memprihatinkan selama musim kemarau. Situasi ini disebabkan oleh penurunan drastis debit air yang mengganggu pasokan kebutuhan sehari-hari penduduk.

Yohanes L Kudang Pj Kades Sungai Antu Kecamatan Puring Kencana menyampaikan sudah beberapa minggu ini masyarakatnya kesulitan mendapatkan air bersih karena musim kemarau yang menghantui sehingga sumber air di bukit Kemantan tidak lagi mampu mengalirkan airnya ke rumah-rumah.

"Sekarang masyarakat kami banyak ambil air bersih ke sungai Merakai, Sungai Antu dan Sungai Payang, " katanya, Jumat (8/8).

Baca Juga: Kemarau Picu Krisis Air Bersih, Polres Kayong Utara Salurkan Bantuan untuk Warga

Kudang sangat berharap ada solusi.dan langkah dari Pemerintah Daerah yang terkait kebutuhan air bersih ini mengingat air bersih ini adalah kebutuhan dasar masyarakat.

"Kami benar-benar membutuhkan air bersih saat ini. Sudah 2 minggu kami mengalami kekeringan," ucapnya. 

Sementara Hambali Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Puring Kencana menyampaikan bahwa saat ini masyarakat Desa Sungai Antu sangat kesulitan mendapatkan air bersih karena sumber air utama di bukit Kemantan saat ini debit airnya sudah mengalami penurunan belum lagi di bukit tersebut sudah banyak ditanami sawit. "Saat ini banyak masyarakat yang mengambil air di kantor Camat," katanya. 

Akibat musim kemarau ini kata Hambali, sudah beberapa hari inj masyarakatnya mengantri ambil air bersih untuk kebutuhan sehari-hari mulai dari masak hingga mencuci.

Baca Juga: Satu Bulan Tak Hujan Lebat, Warga Kalbar Mulai Merana Kesulitan Air Bersih dan Beli Galon Tiap Hari

"Untuk air galon sudah beberapa hari ini tidak ada, sehingga masyarakat terpaksa mengambil air di kantor Camat," ucapnya,

Hambali berharap ada solusi pihak terkait dalam mengatasi persoalan air bersih di Kecamatan Puring Kencana ini. "Kita berharap dari TNI dapat menyalurkan air bersih ke Puring Kencana seperti apa yang mereka lakukan kepada masyarakat Kecamatan Kalis," harapnya. 

Dia berharap juga agar pihak perusahaan sawit memerhatikan kondisi masyarakat dengan solusi membangun jaringan baru untuk air bersih untuk kebutuhan dasar masyarakat.

"Perlu ada solusi dari perusahaan agar tidak terjadi setiap tahun persoalan yang sama," pungkasnya. 

Warga kini hanya pasrah dengan keadaan, sambil terus mengantre untuk mendapatkan air bersih di musim penghujan. (fik)

Editor : Miftahul Khair
Kapuas Hulu musim kemarau kekeringan krisis air bersih perbatasan ri-malaysia