Kemarau dan Kabut Asap Mulai Meluas, 10 Ribu Warga Kapuas Hulu Terserang ISPA

Taufik As • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:57 WIB
Kondisi cuaca di Kota Putussibau, kabut asap belum terlalu menganggu aktivitas masyarakat. (TAUFIK/PONTIANAK POST)
Kondisi cuaca di Kota Putussibau, kabut asap belum terlalu menganggu aktivitas masyarakat. (TAUFIK/PONTIANAK POST)

PONTIANAK POST - Sebanyak 10.081 warga Kapuas Hulu terserang Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Salah satu penyebabnya adalah akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kapuas Hulu. 

Data dari Dinkes Kabupaten Kapuas Hulu menyebutkan dari Januari hingga Juli 2026 ada 10.801 yang terserang ISPA diantaranya yang balita 1.757 orang, anak 945, remaja 2.837, dewasa 4.398 dan lansia 864 orang. 

"Jumlah penyakit ISPA mulai meningkat sejak bulan Juni dan Juli 2026 karena masuk musim kemarau, " kata Nanang Fadli Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu, Kamis (13/8). 

Baca Juga: Kasus Pneumonia di Kalimantan Barat Meningkat, ISPA Masih Fluktuatif di Tengah Kabut Asap Karhutla

Nanang menjelaskan meskipun ribuan warga Kapuas Hulu terserang ISPA, bukan berarti semuanya disebabkan akibat kabut Karhutla. Tetapi kebanyakan diakibatkan karena terserang virus sehingga menyebabkan batuk dan flu yang mengganggu saluran pernapasan. 

Kendati begitu kata Nanang, pihaknya terus mengantisipasi berbagai potensi penyakit yang kerap muncul disaat musim kemarau. 

Langkah itu ditempuh untuk menekan jumlah warga dari serangan penyakit ISPA , salah satu jenis penyakit yang kerap terjadi saat musim kemarau.

"Berbagai langkah kita tempuh untuk mengantisipasinya, termasuk penyuluhan pola hidup bersih dan sehat, sebagai tindak pencegahan. Penyakit ISPA sendiri merupakan penyakit yang paling banyak menyerang warga saat musim kemarau," Nanang Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu. 

Baca Juga: Kabut Asap Mulai Selimuti Sintang, Kasus ISPA Justru Turun dan Masih Terkendali

Selain itu kata Nanang, pihaknya juga sudah menindaklanjuti surat Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat terkait Karhutla dengan mengeluarkan SE pada 3 Agustus 2026. 

Untuk itu dirinya menghimbau agar masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat secara disiplin. Gerakan masyarakat untuk rajin berolahraga, mengkonsumsi makanan dan minuman sehat, serta menjaga kebersihan lingkungan, merupakan pencegahan terbaik dalam menghadapi penyakit musim kemarau. 

"Masyarakat diimbau untuk menjaga hidrasi dengan memperbanyak minum air putih, melindungi diri dari paparan terik matahari, menggunakan masker saat kualitas udara atau debu memburuk, serta menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) guna mencegah penyakit seperti dehidrasi, diare, dan ISPA selama musim kemarau, " pungkasnya. (fik)

Editor : Miftahul Khair
Kapuas Hulu ispa karhutla kabut asap