BBM Langka di Putussibau, Harga Pertalite Eceran Melonjak hingga Rp25 Ribu

Taufik As • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:22 WIB
Antrean panjang kendaraan bermotor di salah satu SPBU di Kota Putussibau. (Taufik Pontianak Post)
Antrean panjang kendaraan bermotor di salah satu SPBU di Kota Putussibau. (Taufik Pontianak Post)

PONTIANAK POST - Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi mulai dirasakan masyarakat Kota Putussibau dan sekitarnya. Akibat dari musim kemarau harga BBM subsidi di eceran 'menggila'. Pertalite misalnya, dijual dengan harga Rp 13 ribu, kini sudah dijual dengan harga Rp20-25 ribu. 

Dari pantauan media ini, beberapa kios yang menjual BBM eceran di Kota Putussibau tampak ramai antrian kendaraan. Sebab, stok BBM subsidi di SPBU sudah habis.

Beberapa kios, harga BBM eceran bervariasi. Salah satu kios di Kota Putussibau menjual BBM pertalite Rp 20ribu per liter. Sementara di kios lainnya, BBM pertalite di jual dengan harga Rp 25 ribu per liter.

Baca Juga: Pengawasan BBM di Putussibau, Satgas Temukan Mobil dengan Tangki Siluman

Meski harga jual BBM eceran jauh lebih tinggi dibandingkan harga BBM di SPBU, tetap saja habis terjual. Sebab, masyarakat membutuhkan bahan bakar untuk operasional kendaraannya. 

“Tadi saya beli BBM Pertalite di kios Rp20 ribu per liter, teman saya bahkan (beli) Rp 25 ribu per liter,” kata Rahma warga Putussibau, Rabu (19/8/2026). 

Rahma pun mengaku pasrah harus merogoh kocek untuk membeli BBM eceran dengan harga relatif lebih tinggi dibandingkan normal. Mengingat, aktivitasnya sangat ketergantungan dengan kendaraan.

“Mau tidak mau, suka tidak suka tetap harus beli BBM. Karena, saya bekerja membutuhkan BBM untuk operasional kendaraan,” keluhnya. 

Baca Juga: Harga Gabah Dinilai Perlu Naik, Bupati Sambas Soroti Kenaikan BBM dan Biaya Kebutuhan Petani

Dia pun berharap situasi ini bisa segera diatasi oleh pemerintah. Sehingga, kelangkaan bisa segera diatasi dan harga jual BBM kembali seperti semula.

“Sangat berharap pemerintah secepatnya menormalkan situasi ini. Kalau terus menerus terjadi kelangkaan maka semakin sulit bagi kami untuk beraktivitas,” ujarnya. 

Sementara itu Andi warga Putussibau mengaku heran dengan tingginya harga BBM pertalite di eceran, padahal SPBU di Kota Putussibau. 

Baca Juga: Rupiah Menguat Meski Ketegangan Timur Tengah Memanas, Harga Minyak Naik usai Serangan AS ke Iran Tekan Sentimen Pasar

"Kalau kita lihat minyak di Putussibau ini tidak langka, cuma anehnya kenapa di eceran itu harga melambung tinggi, " ucapnya. 

Andi mengatakan, bukan dirinya tidak mau mengantri di SPBU untuk mendapatkan BBM dengan harga normal, hanya saja ketika sudah melihat antrean sudah panjang membuat dirinya enggan untuk mengantre. 

"Daripada menghabiskan waktu berjam-jam antre, saya pilih beli Pertalite eceran. Cuma sekarang harganya menggila, " ujarnya. 

Andi berharap sebagai masyarakat kondisi BBM ini agar cepat pulih sehingga masyarakat tidak lagi kesulitan. "Kalau bisa dari Pemerintah Daerah dapat menertibkan pedagan eceran yang menjual BBM terlalu tinggi. Jangan sampai mereka mencari kesempatan di kondisi kemarau seperti ini, " ujarnya. 

Sementara itu Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan menyampaikan kelangkaan BBM tersebut ditenggarai kondisi Sungai Kapuas yang surut, akibat kemarau.

"Kelangkaan ini ada kaitannya dengan cuaca kemarau, pasokan BBM Pertamina Pontianak ke Sintang tidak bisa pakai ponton (lewat Sungai Kapuas) harus kendaraan darat," ujarnya. 

Sementara dari Kapuas Hulu ini biasanya mengambil BBM ke Pertamina Sintang. Kalau kondisi normal itu setiap hari ada mobil tanki yang suplai ke Kapuas Hulu, tapi saat ini transportir dari Kapuas Hulu harus ambil BBM ke Pontianak. "Kalau yang biasanya itu satu hari, sekarang jadi dua atau tiga hari baru suplai BBM itu sampai ke Putussibau," ucapnya. 

Bupati Kapuas Hulu mengajak semua pihak untuk berempati ditengah keadaan BBM yang sulit didapat, jangan malah ambil keuntungan berlebihan.

"Saya ingtkan ke pengantri jangan ad yang timbun BBM, momen ini ayo tunjukn empati sesama masyarakat yang membutuhkan BBM. Kalau tidak mengindahkan dan melakukan penimbunan saya akan berkoordinasi dengan APH terutama Polri untuk menindak para penimbun dengan hukum yang berlaku," pungkas Bupati Sis.(fik)

Editor : Hanif
BBM Putussibau Pertalite Rp25 ribu harga BBM eceran Kapuas Hulu Kelangkaan BBM