DPRD Kapuas Hulu Minta BMD Tak Produktif Sumbang PAD Dievaluasi

Taufik As • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:26 WIB
PENDAFTARAN: Andi Aswad saat menyampaikan keterangan pers pembukaan pendaftaran calon kepala daerah.
Andi Aswad

 

PONTIANAK POST – DPRD Kabupaten Kapuas Hulu meminta pemerintah daerah mengevaluasi pengelolaan Badan Milik Daerah (BMD) Kapuas Hulu yang belum memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya aset di sektor perminyakan.

Anggota DPRD Kapuas Hulu Andi Aswad menyampaikan desakan tersebut dalam rapat konsultasi antara DPRD dan eksekutif terkait kinerja aset daerah.

“Untuk BMD yang tidak profit memberikan pendapatan asli daerah supaya dievaluasi, khususnya yang di bidang perminyakan di BMD seperti di Uncak Kapuas,” kata Andi.

SPBU Diminta Dilepas Jika Terus Merugi

Andi secara khusus menyoroti pengelolaan SPBU milik daerah di wilayah Uncak Kapuas. Ia menilai aset tersebut perlu dievaluasi jika tidak mampu memberikan keuntungan bagi daerah.

Menurut dia, pelepasan aset dapat menjadi pilihan apabila pengelolaannya tidak lagi produktif. Dana hasil pelepasan aset, kata dia, dapat dikembalikan ke pemerintah daerah.

“Kalau memang tidak bisa menguntungkan SPBU itu dilepas saja dan uangnya dikembalikan ke pemerintahan daerah,” ujarnya.

Dana Pelepasan Aset Diusulkan Masuk Bank Kalbar

Andi juga menawarkan opsi penggunaan dana hasil pelepasan aset. Politisi Demokrat itu menilai dana tersebut dapat diikutsertakan dalam investasi melalui Bank Kalbar.

Menurutnya, skema tersebut berpotensi memberikan manfaat yang lebih besar bagi keuangan daerah dibandingkan mempertahankan aset yang tidak produktif.

“Dan lebih menguntungkan kalau diikutsertakan kepada Bank Kalbar, jelas itu,” tuturnya.

DPRD Minta Audit Seluruh Aset Daerah

Desakan evaluasi tidak hanya diarahkan pada sektor perminyakan. DPRD menilai seluruh BMD perlu diperiksa untuk mengetahui aset yang produktif dan aset yang justru membebani keuangan daerah.

Andi berharap pemerintah daerah segera melakukan audit menyeluruh dan menentukan langkah terhadap aset yang tidak memberikan hasil optimal.

Aset tersebut, menurut dia, harus dibenahi, dilepaskan, atau dialihkan ke skema investasi yang lebih produktif.

“Sudahlah untuk BMD yang tidak maksimal memberikan PAD itu dilepaskan saja,” pungkasnya.

 

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
BMD Kapuas Hulu badan milik daerah PAD Evaluasi pajak