Dandim dan Kapolres Kapuas Hulu Turun Langsung Padamkan Karhutla di Nanga Awin Bersama Warga

Taufik As • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 10:21 WIB
Dandim dan Kapolres Kapuas Hulu saat turun langsung memadamkan api Karhutla Desa Nanga Awin Kecamatan Putussibau Utara.(ISTIMEWA)
Dandim dan Kapolres Kapuas Hulu saat turun langsung memadamkan api Karhutla Desa Nanga Awin Kecamatan Putussibau Utara.(ISTIMEWA)

PONTIANAK POST  - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, dilakukan secara langsung oleh aparat bersama masyarakat.

Kapolres Kapuas Hulu AKBP Wisnu Perdana Putra turun ke lapangan untuk membantu memadamkan kebakaran di Desa Nanga Awin, Kecamatan Putussibau Utara, Selasa 25 Agustus 2026.

Kapolres tidak sendiri, dalam upaya pemadaman tersebut, AKBP Wisnu Perdana Putra bersama Dandim 1206 Putussibau Letkol Arm Andreas Prabowo Putro, masyarakat, serta unsur terkait lainnya bahu-membahu melakukan penanganan di lokasi.

Baca Juga: MHA Kapuas Hulu Tolak Pencabutan Perda Pembukaan Lahan: Tradisi Berladang Terancam Jika Dicabut

Keterlibatan langsung unsur pimpinan daerah tersebut menjadi bagian dari respons cepat untuk mencegah api meluas ke area lain.

Kondisi lahan dan cuaca yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran membuat penanganan di lapangan perlu dilakukan secara cepat dan terpadu.

Kapolres Kapuas Hulu AKBP Wisnu Perdana Putra mengatakan, penanganan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat maupun pemerintah.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat sangat dibutuhkan, baik dalam upaya pemadaman maupun pencegahan agar kebakaran tidak kembali terjadi.

Baca Juga: Kapolres Kapuas Hulu Ingatkan Personel Jangan Terjebak Ego Jabatan, Utamakan Pelayanan Warga

Ia menilai masyarakat memiliki peran penting dalam mendeteksi kemunculan titik api sejak dini. Dengan laporan yang cepat, petugas dapat segera bergerak sebelum api membesar dan meluas ke kawasan lainnya.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah Karhutla, dan jangan melakukan pembakaran saat membuka lahan, dan segera laporkan apabila menemukan titik api, sehingga dapat ditangani sedini mungkin,” katanya.

Selain mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, Wisnu juga meminta warga meningkatkan kewaspadaan selama kondisi cuaca masih berpotensi memicu terjadinya kebakaran.

Menurutnya, lahan yang kering dan kondisi cuaca yang mendukung penyebaran api dapat membuat kebakaran berkembang dengan cepat. Karena itu, setiap aktivitas yang berpotensi memunculkan api harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian.

Baca Juga: Kapolres Kapuas Hulu Cek Kendaraan Dinas hingga Senjata, Pastikan Sarpras Siap Digunakan

"Stop Karhutla, jaga lingkungan, lindungi masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, Dandim 1206 Putussibau Letkol Arm Andreas Prabowo Putro menegaskan bahwa penanganan karhutla membutuhkan sinergi dari seluruh unsur. Pemadaman tidak akan berjalan maksimal apabila hanya mengandalkan satu institusi tanpa dukungan aparat lainnya dan masyarakat.

Ia mengatakan, keselamatan masyarakat serta pencegahan agar kebakaran tidak meluas menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan karhutla.

Baca Juga: Warga Perbatasan Kapuas Hulu Tak Perlu ke Putussibau, Urus Paspor Kini Bisa di PLBN Badau

“Keselamatan masyarakat dan pencegahan meluasnya kebakaran menjadi prioritas. Kami akan terus bersinergi bersama seluruh unsur untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak muncul kembali,” pungkasnya. (fik)

Editor : Miftakhair
Kapuas Hulu dandim kebakaran hutan dan lahan karhutla kapolres