PONTIANAK POST - Upaya penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, menunjukkan hasil positif. Hingga pemantauan terakhir pada Sabtu (5/9), tidak ditemukan titik panas (hotspot) di wilayah tersebut.
Dandim 1206/Putussibau Letkol Arm Andreas Prabowo Putro mengatakan kondisi itu merupakan hasil sinergi seluruh unsur Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Karhutla, terutama personel Satgas Darat yang aktif melakukan patroli, pemantauan dan pencegahan kebakaran.
“Saya mengapresiasi seluruh personel Satgas Darat yang terus siaga dan tidak mengenal lelah dalam melakukan pencegahan serta penanganan Karhutla,” kata Andreas, Senin (7/9).
Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Kapuas Hulu Perkuat Perlindungan Pekerja Informal, Santunan Rp140 Juta Diserahk
Namun, ia mengingatkan bahwa nihil hotspot bukan alasan untuk menurunkan kewaspadaan. Pemantauan dan respons cepat tetap diperlukan, terutama di tengah kondisi cuaca panas dan kering.
Satgas Darat juga mengajak masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta menjaga lingkungan.
Penanganan Karhutla melibatkan TNI, Polri, pemerintah daerah, Manggala Agni dan masyarakat. Kekuatan personel terdiri dari 200 anggota Kodim 1206/Putussibau, 250 anggota Yonif 644/Walet Sakti dan 350 anggota Yonif TP 927/Umbu Kambu.
Andreas mengatakan kewaspadaan perlu dipertahankan karena musim kemarau belum tentu berakhir. Ia juga mengimbau masyarakat menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. (fik)
Editor : Hanif