Cegah Karhutla, Warga Kapuas Hulu Diminta Segera Laporkan Jika Menemukan Titik Api

Taufik As • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 09:38 WIB

 

Pelaksanaan sosialisasi pencegahan Karhutla di Kantor Desa Bukit Penai, Kecamatan Silat Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu.(ISTIMEWA)
Pelaksanaan sosialisasi pencegahan Karhutla di Kantor Desa Bukit Penai, Kecamatan Silat Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu.(ISTIMEWA)

PONTIANAK POST  - Upaya mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus diperkuat hingga tingkat desa. Pencegahan dilakukan melalui edukasi dan komunikasi langsung dengan masyarakat agar kebakaran dapat dicegah sejak dini, Selasa (8/9).

Hal tersebut disampaikan Tim Penyuluh Karhutla dari Mabes TNI, Kapten Inf Anjar Yuniarto, saat melaksanakan Komunikasi Sosial (Komsos) sekaligus sosialisasi pencegahan Karhutla di Kantor Desa Bukit Penai, Kecamatan Silat Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu.

Dalam kegiatan tersebut, Kapten Inf Anjar didampingi Babinsa Silat Hilir, Sertu Budiyono. Keduanya mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama saat kondisi cuaca kering.

Baca Juga: Hujan Deras Kikis Tebing Sungai, Dua Desa di Kapuas Hulu Dihantam Longsor

Kapten Inf Anjar mengatakan pencegahan Karhutla bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga masyarakat yang berada paling dekat dengan lingkungan.

“Pencegahan harus dimulai dari diri sendiri. Hindari membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar dan segera laporkan apabila menemukan titik api,” katanya.

Ia menjelaskan, sumber api yang tidak segera ditangani dapat berkembang menjadi kebakaran lebih luas. Karhutla tidak hanya merusak hutan dan lahan, tetapi juga mengganggu aktivitas masyarakat serta menimbulkan asap yang berdampak pada kesehatan.

Sementara itu, Sertu Budiyono mengingatkan warga Desa Bukit Penai agar semakin peduli terhadap lingkungan dan segera berkoordinasi dengan aparat jika menemukan potensi Karhutla.

Baca Juga: Kapuas Hulu Nihil Hotspot Karhutla, Satgas Diingatkan Jangan Lengah di Tengah Musim Kemarau

“Mencegah Karhutla berarti menjaga udara tetap bersih, melindungi kesehatan, melestarikan alam, serta memastikan kehidupan generasi mendatang tetap aman,” pungkasnya. (fik)

Editor : Hanif
Upaya mencegah Kapuas Hulu kebakaran hutan dan lahan edukasi karhutla